Apakah Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan dari seorang pembaca:
"Yesus tidak pernah mengaku beragama Kristen. Kata 'Kristen' bahkan tidak pernah diucapkan oleh Yesus. Kalau begitu, apa agama Yesus yang sebenarnya?"
Pertanyaan ini sangat sering muncul di media sosial Indonesia, terutama di TikTok dan YouTube. Argumen ini biasanya disertai dengan klaim bahwa Yesus sebenarnya beragama Islam, atau setidaknya mengajarkan ajaran yang sama dengan Islam.
Kisah Para Rasul 11:26 mencatat bahwa "di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen." Peristiwa ini terjadi beberapa tahun setelah kenaikan Yesus ke surga. Jadi benar bahwa kata "Kristen" baru muncul setelah Yesus. Jadi apakah Yesus bukan Kristen?
Pertanyaan yang keliru
Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama-tama kita perlu memahami arti kata "Kristen." Kata "Kristen" dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani yaitu Χριστιανούς (Christianous), yang berarti pengikut Kristus Yesus.
Sehingga pertanyaan apakah Yesus adalah Kristen sebenarnya berarti apakah Yesus adalah pengikut Yesus? Tentu saja ini adalah pertanyaan yang tidak tepat dan tidak relevan.
Pengikut Yesus disebut sebagai Kristen sehingga Yesus tidak kita sebut sebagai beragama Kristen. Lalu, apa "agama" Yesus?
Yesus lahir dan dibesarkan sebagai orang Yahudi. Ia disunat pada hari kedelapan (Lukas 2:21), beribadah di sinagoga (Lukas 4:16), merayakan hari raya Yahudi (Yohanes 2:13), dan mengajar dari Kitab Suci Yahudi (Taurat, Mazmur, dan kitab para nabi).
Tetapi Yesus tidak datang sekadar untuk melanjutkan agama Yahudi. Ia datang untuk menggenapi seluruh janji Allah yang tercatat dalam Kitab Suci Yahudi.
Yesus sendiri berkata "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (Injil menurut kesaksian Matius bab 5 ayat 17).
Dengan kata lain, Yesus adalah puncak dari penantian orang Yahudi karena seluruh Kitab Suci Yahudi, yaitu Alkitab Perjanjian Lama alias Taurat dan Mazmur, menulis tentang Yesus dan menunjuk kepada Yesus.
Kekristenan lahir sebagai kelanjutan langsung dari Yudaisme (agama Yahudi) karena orang Kristen adalah pengikut Yesus yang adalah Mesias (Kristus) yang dinanti-nantikan oleh orang Yahudi.
Apakah Yesus beragama Islam?
Klaim bahwa Yesus beragama Islam perlu diperiksa secara jujur. Untuk mengatakan seseorang beragama Islam, minimal orang tersebut harus:
- Mengakui Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah.
- Mengakui Al-Quran sebagai wahyu Allah.
- Mengikuti rukun Islam.
Yesus lahir 600 tahun sebelum Muhammad dan 600 tahun sebelum Al-Quran ditulis. Ia tidak mungkin mengikuti ajaran yang belum ada.
Jika ada yang mengatakan bahwa "Islam" berarti "berserah diri kepada Allah" dan Yesus juga berserah diri kepada Allah, maka dengan logika yang sama, semua orang yang berserah diri kepada Allah — termasuk orang Kristen — bisa disebut "Muslim." Definisi yang terlalu luas seperti ini menjadi tidak bermakna.
Yang relevan bukan nama atau label, melainkan substansi ajaran. Dan ajaran Yesus sangat berbeda dari ajaran Islam dalam hal-hal fundamental:
- Yesus mengklaim bahwa Allah adalah Bapa-Nya (Yohanes 5:17-18) — Islam menolak ini.
- Yesus menyatakan Ia dan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30) — Islam menolak ini.
- Yesus disalibkan dan bangkit (seluruh kesaksian Injil) — Islam menolak ini.
- Yesus menerima penyembahan (Matius 14:33, Yohanes 20:28-29) — Islam menolak ini.
Mengatakan Yesus beragama Islam berarti mengabaikan semua klaim yang Yesus sendiri buat tentang diri-Nya.
Pertanyaan yang lebih penting
Nama "Kristen" diberikan kepada pengikut Yesus di Antiokhia karena satu alasan sederhana: hidup mereka berpusat pada Kristus. Mereka membicarakan Kristus. Mereka mengajarkan Kristus. Mereka menjalani hidup seperti Kristus. Sehingga orang-orang di sekitar mereka memberi nama yang paling tepat: orang-orang milik Kristus, atau dalam satu kata: Kristen.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah nama "Kristen" tetapi sosok yang ada di balik nama itu — yaitu Yesus Kristus sendiri. Ia yang mengklaim diri-Nya sebagai "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yohanes 14:6), Ia yang mati dan bangkit untuk keselamatan manusia, dan Ia yang mengundang setiap orang untuk datang kepada-Nya.
Pertanyaan yang tepat bukanlah "Apa nama agama Yesus?" melainkan "Siapakah Yesus dan apa yang Ia ajarkan?" — dan jawaban atas pertanyaan inilah yang membentuk iman Kristen.
Tuhan memberkati ✝️