Bagaimana menjelaskan ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Alkitab telah diubah?
Apakah dua ayat ini menyatakan bahwa Taurat dan Injil telah dipalsukan?
Dua ayat dalam Al-Quran yang oleh sebagian orang dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Alkitab telah diubah adalah sebagai berikut:
Surat Al-Baqarah 2:79
Celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka, celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.
Ayat ini menyatakan bahwa ada orang tertentu yang menulis kitab sendiri yang kemudian mereka klaim sebagai berasal dari Allah. Kitab apa yang ditulis tidak disebutkan, tetapi perhatikan bahwa ayat ini tidak mengatakan terjadi perubahan pada kitab yang sudah ada tetapi bahwa orang-orang tersebut menulis kitab mereka sendiri.
Buya Hamka, dalam tafsirannya atas ayat ini menulis: “Padahal Kitab Taurat mereka sendiri sudah ada. Sekarang mereka tambah lagi dengan penafsiran sendiri… Setelah pekerjaan membuat kitab itu selesai, mereka berkata bahwa ini adalah dari Tuhan… Memang orang Yahudi mempunyai lagi di samping Taurat kitab agama yang bernama Talmud.” (Tafsir Al-Azhar, Jilid 1, halaman 229).
Dengan demikian, ayat ini tidak sedang berbicara mengenai perubahan Taurat atau Injil, tetapi adanya tulisan atau kitab lain yang ditulis oleh orang-orang tertentu dan dijual seolah-olah sebagai berasal dari Allah.
Ayat lain yang sering dianggap menunjukkan bahwa Alkitab telah diubah adalah ayat berikut ini:
Ali 'Imran 3:78
Sesungguhnya di antara mereka (Bani Israil) ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya (ketika membaca) Alkitab agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Alkitab. Padahal, itu bukan dari Alkitab. Mereka berkata, “Itu dari Allah.” Padahal, itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, sedangkan mereka mengetahui.
Ayat ini tidak berbicara tentang perubahan teks atau naskah Alkitab, tetapi tentang golongan tertentu yang membaca Alkitab dengan cara memutar-mutar lidah untuk maksud yang tidak baik. Dengan kata lain, yang disorot pada ayat ini adalah aspek verbal bukan tekstual.
Buya Hamka menafsirkan ayat ini adalah mengenai orang-orang yang membuat “kecurangan, terhadap tafsiran kitab suci mereka sendiri…” dengan cara mengucapkan kalimat yang “memutar lidah sedikit saja, bisa berubah sangat artinya, seumpama dalam bahasa kita di antara kembang dengan kumbang…” (Tafsir Al-Azhar, Jilid 2, halaman 817).
Kesimpulan
Dua ayat di atas tidak menunjukkan bahwa Al-Quran menyatakan bahwa teks atau naskah Alkitab/Taurat/Injil pada masa itu telah diubah atau direkayasa.
Pembaca yang jeli mungkin berkata: "Ah, itu situasi pada abad ke-7 Masehi pada zaman Nabi Muhammad. Tetapi mungkin saja teks Taurat dan Injil diubah pada masa setelahnya."
Pertanyaan ini kita bahas pada bagian berikutnya.
Tuhan memberkati ✝️