Apakah ada bukti bahwa isi Taurat dan Injil tidak dipalsukan?
Benarkah ada naskah Alkitab yang sezaman dengan Al-Quran, dan bahkan jauh sebelum itu, yang bisa kita telusuri dan cek isinya apakah mengalami perubahan?
Setelah membaca dua artikel sebelumnya, mungkin Anda berkata:
"Saya paham bahwa Taurat dan Injil yang ada pada tahun 600an Masehi tidak dinyatakan telah diubah (pertanyaan 2) dan justru dinyatakan sebagai panduan bagi umat Yahudi dan Kristen saat itu (pertanyaan 1).
Tetapi saya tidak tahu apa yang terjadi sejak waktu itu hingga hari ini, mungkin saja telah dilakukan perubahan pada isi Taurat dan/atau Injil. Apakah ada bukti bahwa tidak ada perubahan isi Taurat dan Injil sejak tahun 600an Masehi hingga hari ini?"
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat melakukan perbandingan antara naskah Alkitab pada zaman tersebut dengan naskah Alkitab yang ada pada kita hari ini.
Apakah ada naskah Alkitab dari tahun 600an (abad ke-7 Masehi)? Ada. Bukan saja ada, tapi banyak.
Ribuan naskah kuno
Untuk Injil (Alkitab Perjanjian Baru) kita memiliki ratusan naskah kuno (manuskrip) dalam bahasa asli (Yunani), dan ribuan manuskrip dalam bahasa terjemahan (Latin, Syriac, Coptic, Armenia, dsb) dari abad ke-7 dan sebelumnya.
Hal yang sama berlaku untuk Taurat (Alkitab Perjanjian Lama). Hari ini kita memiliki ribuan manuskrip dalam bahasa asli (Ibrani), dan bahasa terjemahan (Aramaic, Yunani, Syriac, Latin, dsb) yang berasal dari abad ke-7 dan sebelumnya.
Dua contoh naskah kuno tersebut ditunjukkan di bawah.


Variasi naskah
Bagaimana dengan isi dari manuskrip-manuskrip kuno tersebut? Apakah ada perbedaan dengan isi Alkitab saat ini?
Isi Alkitab saat ini dan isi Alkitab pada manuskrip dan salinan kuno dari abad ke abad yang ditemukan di berbagai lokasi dan sekarang tersimpan di berbagai museum dan lembaga penelitian telah diperiksa dengan seksama oleh para ahli baik Kristen maupun non-Kristen.
Hasil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut[^1]:
- Secara substansi isi Alkitab tidak mengalami perubahan sehingga pesan yang dibawa para nabi mulai dari zaman Musa (Taurat) hingga Injil tentang Yesus, telah terpelihara dengan sangat baik.
- Dalam ribuan salinan naskah kuno tersebut terdapat perbedaan yang tidak mempengaruhi makna, seperti perbedaan ejaan (misal: Yohannes vs Yohanes) dan perbedaan urutan kata (Yesus Kristus vs Kristus Yesus).
- Penelitian dan perbandingan yang dilakukan atas ribuan salinan menunjukkan bahwa perbedaan ini menunjukkan kesalahan (error) yang terjadi secara wajar karena menyalin dengan menggunakan tangan, dan tidak ada perubahan sistematis yang dilakukan dengan agenda tertentu.
Kesimpulan
Fakta di atas, dan fakta bahwa pada abad ke-7 salinan Alkitab sudah tersebar sangat luas di berbagai wilayah geografis dan digunakan oleh ratusan ribu atau jutaan orang Kristen sehingga secara logis tidak mungkin dilakukan perubahan secara diam-diam oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, menunjukkan bahwa naskah Alkitab pada abad ke-7 yang ada pada komunitas Yahudi dan Kristen saat itu isinya tidak berbeda dengan isi Alkitab yang ada saat ini.
[^1]: Lihat paparan Dr. Daniel Wallace, pakar studi Alkitab Perjanjian Baru, misalnya Is What We Have Now What They Wrote Then? - Dr. Wallace - YouTube..