Benarkah Yesus meramalkan kedatangan Muhammad?
Mengapa orang Kristen mengubah ayat Injil yang meramalkan kedatangan Muhammad?
Klaim bahwa Alkitab telah meramalkan kedatangan Muhammad dialamatkan bukan saja pada Taurat tetapi juga pada Injil. Klaim yang sering kita dengar adalah seperti berikut.
"Dalam Injil yang asli, Yesus sendiri menjanjikan akan datangnya seorang nabi 'yang terpuji,' hanya saja orang Kristen sudah mengubah ayatnya."
Membandingkan naskah kuno Alkitab sepanjang sejarah hingga hari ini, tidak ada satu pun ayat di dalam Injil yang diganti demi mengubah janji Yesus tentang kedatangan seorang utusan Tuhan yang akan datang kemudian.
Sebagian orang mengklaim bahwa perubahan itu dilakukan pada Injil Yohanes bab 14 ayat 16 yang pada Alkitab kita hari ini tertulis:
Yohanes 14:16
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya
Zakir Naik, mengikuti Ahmad Deedat, menyatakan bahwa kata “Penolong” pada ayat ini sebenarnya berarti “yang terpuji” karena teks asli dalam bahasa Yunani adalah periklytos.
Bukti dan fakta
Masalahnya, tidak ada satu pun naskah Alkitab kuno dalam bahasa Yunani yang menulis ayat ini dengan kata periklytos. Pada seluruh salinan Injil Yohanes, kata yang tertulis pada ayat ini adalah parakleton (bentuk akusatif/objek dari kata parakletos) yang berarti pendamping, penolong, penghibur, atau pembela.
Mari kita periksa ayat ini dalam naskah Codex Sinaiticus yang berasal dari abad ke-4 Masehi, atau sekitar 300 tahun sebelum kelahiran Muhammad.
Pada tangkapan layar di bawah ini, bagian yang diberi kotak merah adalah kata yang dipersoalkan tersebut yaitu ΠΑΡΑΚΛΗΤΟΝ.
10 huruf pada kata tersebut adalah huruf Yunani dalam bentuk kapital/huruf besar, yaitu Π = pi (p), Α = alpha (a), Ρ = rho (r), Α = alpha (a), Κ = kappa (k), Λ = lambda (l), Η = eta (e), Τ = tau (t), Ο = omicron (o), dan Ν = nu (n) sehingga membentuk tulisan “parakleton” yang berarti pendamping/penolong/penghibur/pembela.

Konteks, konteks, konteks
Di samping ketiadaan satu pun bukti naskah pendukung, masalah lain bagi mereka yang ingin memaksakan bahwa ayat ini tertulis periklytos adalah konteks.
Bab 14 adalah bagian dari percakapan Yesus dan murid-muridnya sebelum Yesus ditangkap dan disalibkan. Bab ini dibuka dengan ucapan Yesus sebagai berikut:
Yohanes 14:1-2
Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Dalam percakapan ini, Yesus sedang menghibur dan menguatkan hati para pengikutnya karena Yesus tahu mereka tidak akan lama lagi bersama-sama. Yesus akan segera ditangkap, dibunuh, bangkit dari kematian, dan naik ke surga sehingga dia tidak akan bersama dengan para muridnya lagi.
Pada ayat 16 Yesus menjanjikan parakletos yang akan mendampingi, menguatkan, menghibur, dan menolong para pengikutnya setelah Yesus pergi.
Identitas parakletos ini langsung dijelaskan pada ayat berikutnya (ayat 17) dan pada ayat-ayat berikutnya sehingga secara lebih lengkap kita membaca:
Yohanes 14:16-17
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Yohanes 14:25-26
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 16:13-14
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
Dari konteks yang lebih lengkap ini, maka pembaca yang objektif dapat menyimpulkan bahwa “parakletos” itu adalah:
- Roh Kebenaran, atau Roh Kudus,
- yang akan menyertai para pengikut Yesus untuk selamanya,
- berdiam di dalam para pengikutnya,
- memberitakan dan mengingatkan mereka tentang perkataan Yesus,
- dan dengan jalan itu Roh tersebut memuliakan Yesus.
Jelas bahwa parakletos itu bukanlah seorang manusia, melainkan Roh yang memiliki sifat ilahi yaitu abadi dan maha hadir (menyertai pengikut Yesus di mana saja mereka berada dan untuk selama-lamanya).
Kesimpulan
Klaim bahwa ayat Injil telah diubah untuk menutupi ramalan tentang kedatangan Muhammad adalah klaim kosong yang tidak berdasar sama sekali.
Seluruh naskah Injil kuno menulis kata parakleton pada Yohanes 14:16 yang berarti pendamping/penolong/penghibur/pembela, yang dalam konteks keseluruhan dari bagian teks ini adalah Roh Kudus yang diutus untuk mendampingi, menghibur, menguatkan, dan membela para pengikut Yesus setelah Yesus naik ke surga.
Janji tentang parakleton telah digenapi pada peristiwa Pentakosta sepuluh hari setelah Yesus naik ke surga dengan datangnya Roh Kudus (baca Kisah Para Rasul bab 2), bukan 600 tahun kemudian!