Renungan Malam — 1 Agustus 2026

Mazmur 65:11
(65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak;

Sepanjang tahun, setiap jam setiap hari, Tuhan melimpahkan berkat-Nya kepada kita; baik saat kita tidur maupun saat kita bangun, rahmat-Nya menyertai kita. Matahari mungkin meninggalkan warisan kegelapan bagi kita, tetapi Tuhan kita tidak pernah berhenti menyinari anak-anak-Nya dengan pancaran kasih. Seperti sungai, kasih sayang-Nya selalu mengalir, dengan kelimpahan yang tak habis-habisnya seperti sifat-Nya sendiri. Seperti atmosfer yang selalu mengelilingi bumi, dan selalu siap menopang kehidupan manusia, kemurahan hati Tuhan mengelilingi semua makhluk-Nya; di dalamnya, seperti di unsur mereka, mereka hidup, bergerak, dan memiliki keberadaan mereka. Namun seperti matahari di hari-hari musim panas yang menggembirakan kita dengan pancaran yang lebih hangat dan terang daripada di waktu lain, dan seperti sungai-sungai pada musim-musim tertentu yang meluap karena hujan, dan seperti atmosfer itu sendiri terkadang dipenuhi dengan pengaruh yang lebih segar, lebih menyegarkan, atau lebih menyejukkan daripada sebelumnya, demikian pula dengan rahmat Tuhan; ia memiliki saat-saat keemasannya; hari-hari kelimpahannya, ketika Tuhan memuliakan kasih karunia-Nya di hadapan anak-anak manusia. Di antara berkat-berkat musim semi, hari-hari panen yang penuh sukacita adalah musim istimewa yang penuh dengan anugerah berlimpah. Kemuliaan musim gugur adalah ketika karunia-karunia matang dari pemeliharaan ilahi dilimpahkan secara berlimpah; ini adalah musim yang matang untuk mewujudkan apa yang telah kita yakini, sedangkan sebelumnya hanyalah harapan dan penantian. Besar sukacita panen. Berbahagialah para pemanen yang memenuhi lengan mereka dengan kemurahan hati surga. Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa panen adalah puncak tahun. Tentu saja rahmat yang menjadi puncak ini membutuhkan ucapan syukur yang menjadi puncak pula! Marilah kita mewujudkannya dengan perasaan syukur yang mendalam. Biarlah hati kita dihangatkan; biarlah roh kita mengingat, merenungkan, dan memikirkan kebaikan Tuhan ini. Kemudian marilah kita memuji Dia dengan bibir kita, dan memuji serta memuliakan nama-Nya yang dari kemurahan-Nya semua kebaikan ini mengalir. Marilah kita memuliakan Tuhan dengan mempersembahkan karunia kita untuk tujuan-Nya. Bukti nyata rasa syukur kita adalah persembahan syukur khusus kepada Tuhan pemilik panen.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).