Renungan Malam — 10 Juli 2026
Kejadian 1:5
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Malam adalah "kegelapan" dan pagi adalah "terang," namun keduanya disebut dengan nama yang hanya diberikan kepada terang! Ini agak luar biasa, tetapi memiliki analogi yang tepat dalam pengalaman spiritual. Dalam setiap orang percaya ada kegelapan dan terang, namun ia tidak disebut sebagai orang berdosa karena ada dosa di dalam dirinya, tetapi ia disebut sebagai orang kudus karena ia memiliki tingkat kekudusan tertentu. Ini akan menjadi pemikiran yang sangat menghibur bagi mereka yang meratapi kelemahan mereka, dan yang bertanya, "Bisakah aku menjadi anak Allah sementara ada begitu banyak kegelapan di dalam diriku?" Ya; karena kamu, seperti siang, tidak mengambil namamu dari malam, tetapi dari pagi; dan kamu disebut dalam firman Allah seolah-olah kamu sekarang sudah sepenuhnya kudus seperti yang akan segera terjadi. Kamu disebut anak terang, meskipun masih ada kegelapan di dalam dirimu. Kamu dinamai berdasarkan kualitas yang dominan di mata Allah, yang suatu hari nanti akan menjadi satu-satunya prinsip yang tersisa. Perhatikan bahwa malam datang terlebih dahulu. Secara alami, kegelapan adalah yang pertama dalam urutan waktu, dan kesuraman seringkali menjadi yang pertama dalam kekhawatiran kita yang menyedihkan, mendorong kita untuk berseru dalam kehinaan yang mendalam, "Ya Tuhan, kasihanilah aku, seorang berdosa." Pagi adalah yang kedua, ia terbit ketika kasih karunia mengalahkan kodrat. Ini adalah pepatah yang baik dari John Bunyan, "Yang terakhir, akan bertahan selamanya." Yang pertama, akan menyerah pada waktunya kepada yang terakhir; tetapi tidak ada yang datang setelah yang terakhir. Jadi, meskipun Anda secara alami adalah kegelapan, begitu Anda menjadi terang di dalam Tuhan, tidak ada senja yang akan menyusul; "mataharimu tidak akan terbenam lagi." Hari pertama dalam hidup ini adalah senja dan pagi; tetapi hari kedua, ketika kita akan bersama Tuhan, selamanya, akan menjadi hari tanpa senja, tetapi pagi hari yang suci, agung, dan abadi.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()