Renungan Malam — 11 April 2026
Mazmur 25:18
Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.
Sungguh baik bagi kita ketika doa-doa tentang kesedihan kita dikaitkan dengan permohonan tentang dosa-dosa kita—ketika, berada di bawah tangan Tuhan, kita tidak sepenuhnya terlarut dalam penderitaan kita, tetapi mengingat pelanggaran kita terhadap Tuhan. Baik juga untuk membawa kesedihan dan dosa ke tempat yang sama. Kepada Tuhanlah Daud membawa kesedihannya: kepada Tuhanlah Daud mengakui dosanya. Maka perhatikanlah, kita harus membawa kesedihan kita kepada Tuhan. Bahkan kesedihan kecilmu pun dapat kau serahkan kepada Tuhan, karena Ia menghitung helai rambut di kepalamu; dan kesedihan besarmu pun dapat kau serahkan kepada-Nya, karena Ia memegang samudra di telapak tangan-Nya. Pergilah kepada-Nya, apa pun masalahmu saat ini, dan kau akan mendapati Ia mampu dan bersedia untuk menolongmu. Tetapi kita juga harus membawa dosa-dosa kita kepada Tuhan. Kita harus membawanya ke salib, agar darah-Nya turun atasnya, untuk membersihkan kesalahan kita, untuk menghancurkan kuasa dosa yang menajiskan.
Pelajaran khusus dari ayat ini adalah: bahwa kita harus pergi kepada Tuhan dengan kesedihan dan dosa dalam roh yang benar. Perhatikan bahwa semua yang diminta Daud mengenai kesedihannya hanyalah, "Pandanglah penderitaan dan kesakitanku;" tetapi permohonan selanjutnya jauh lebih jelas, pasti, tegas, dan gamblang: "Ampuni semua dosaku." Banyak orang yang menderita akan mengatakan, "Hilangkan penderitaan dan kesakitanku, dan pandanglah dosa-dosaku." Tetapi Daud tidak mengatakan demikian; ia berseru, "Tuhan, mengenai penderitaan dan kesakitanku, aku tidak akan mendiktekan kepada kebijaksanaan-Mu. Tuhan, pandanglah semuanya, aku akan menyerahkannya kepada-Mu, aku akan senang jika rasa sakitku dihilangkan, tetapi lakukanlah sesuai kehendak-Mu; tetapi mengenai dosa-dosaku, Tuhan, aku tahu apa yang kuinginkan tentang ini; aku harus diampuni; aku tidak tahan berada di bawah kutukannya bahkan sesaat pun." Seorang Kristen menganggap kesedihan lebih ringan daripada dosa; ia dapat menanggung jika masalahnya berlanjut, tetapi ia tidak dapat menanggung beban pelanggarannya.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).