Renungan Malam — 12 Agustus 2026

Kejadian 9:14
Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan...

Pelangi, simbol perjanjian dengan Nuh, merupakan lambang Tuhan kita Yesus, yang adalah saksi Tuhan bagi umat manusia. Kapan kita dapat mengharapkan untuk melihat tanda perjanjian itu? Pelangi hanya dapat dilihat terlukis di atas awan. Ketika hati nurani orang berdosa gelap oleh awan, ketika ia mengingat dosa masa lalunya, dan meratap serta berduka di hadapan Allah, Yesus Kristus dinyatakan kepadanya sebagai Pelangi perjanjian, menampilkan semua warna mulia dari karakter ilahi dan menandakan kedamaian. Bagi orang percaya, ketika cobaan dan godaan mengelilinginya, sungguh manis untuk melihat pribadi Tuhan kita Yesus Kristus—melihat Dia berdarah, hidup, bangkit, dan memohon bagi kita. Pelangi Allah digantung di atas awan dosa-dosa kita, kesedihan kita, dan kesengsaraan kita, untuk menubuatkan pembebasan. Awan saja tidak menghasilkan pelangi, harus ada tetesan kristal untuk memantulkan cahaya matahari. Jadi, kesedihan kita tidak hanya mengancam, tetapi benar-benar menimpa kita. Tidak akan ada Kristus bagi kita jika pembalasan Allah hanyalah awan yang mengancam: hukuman harus jatuh dalam tetesan yang mengerikan kepada Sang Penjamin. Sampai ada penderitaan yang nyata dalam hati nurani orang berdosa, tidak ada Kristus baginya; sampai hukuman yang dirasakannya menjadi berat, ia tidak dapat melihat Yesus. Tetapi harus ada juga matahari; karena awan dan tetesan hujan tidak akan membentuk pelangi kecuali matahari bersinar. Saudara-saudari yang terkasih, Allah kita, yang seperti matahari bagi kita, selalu bersinar, tetapi kita tidak selalu melihat-Nya—awan menyembunyikan wajah-Nya; tetapi tidak peduli tetesan apa pun yang jatuh, atau awan apa pun yang mengancam, jika Dia bersinar, akan ada pelangi seketika. Dikatakan bahwa ketika kita melihat pelangi, hujan telah berakhir. Yang pasti, ketika Kristus datang, masalah kita lenyap; ketika kita memandang Yesus, dosa-dosa kita lenyap, dan keraguan serta ketakutan kita mereda. Ketika Yesus berjalan di atas air laut, betapa tenangnya!


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).