Renungan Malam — 13 Agustus 2026

Kejadian 9:15
Maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

Perhatikan bentuk janji itu. Allah tidak berkata, "Dan ketika kamu melihat pelangi, dan kamu mengingat perjanjian-Ku, maka Aku tidak akan menghancurkan bumi," tetapi janji itu diletakkan dengan mulia, bukan pada ingatan kita, yang mudah berubah dan rapuh, tetapi pada ingatan Allah, yang tak terbatas dan kekal. "Busur akan ada di awan; dan Aku akan memandanginya, supaya Aku mengingat perjanjian yang kekal." Oh! Bukan ingatan saya kepada Allah, tetapi ingatan Allah kepada saya yang menjadi dasar keselamatan saya; bukan saya yang berpegang pada perjanjian-Nya, tetapi perjanjian-Nya yang berpegang pada saya. Kemuliaan bagi Allah! Seluruh benteng keselamatan dijamin oleh kuasa ilahi, dan bahkan menara-menara kecil, yang mungkin kita bayangkan dapat diserahkan kepada manusia, dijaga oleh kekuatan yang mahakuasa. Bahkan ingatan akan perjanjian itu tidak diserahkan kepada ingatan kita, karena kita mungkin lupa, tetapi Tuhan kita tidak dapat melupakan orang-orang kudus yang telah Dia ukir di telapak tangan-Nya. Keadaan kita sama seperti keadaan Israel di Mesir; darah ada di ambang pintu dan kedua tiang pintu, tetapi Tuhan tidak berkata, "Ketika kamu melihat darah itu, Aku akan melewati kamu," melainkan "Ketika Aku melihat darah itu, Aku akan melewati kamu." Pandanganku kepada Yesus memberiku sukacita dan kedamaian, tetapi pandangan Allah kepada Yesuslah yang menjamin keselamatanku dan keselamatan semua orang pilihan-Nya, karena mustahil bagi Allah kita untuk memandang Kristus, Penjamin kita yang berdarah, dan kemudian marah kepada kita karena dosa-dosa yang telah dihukum di dalam Dia. Tidak, keselamatan kita tidak bergantung pada kita mengingat perjanjian. Itu bukan dari manusia, bukan pula oleh manusia, tetapi hanya dari Tuhan. Kita harus mengingat perjanjian itu, dan oleh anugerah Allah, kita akan melakukannya; tetapi kunci keselamatan kita tidak bergantung di situ melainkan pada Allah yang mengingat kita, bukan kita yang mengingat Dia; dan karena itu perjanjian itu adalah perjanjian yang kekal.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).