Renungan Malam — 13 September 2026

Lukas 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang- orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."

Perhatikan kerendahan hati dari fakta ini. Manusia ini, yang menjulang di atas semua manusia lain, kudus, tidak bersalah, tidak tercemar, dan terpisah dari orang berdosa—Manusia ini menerima orang berdosa. Manusia ini, yang tidak lain adalah Allah yang kekal, di hadapan-Nya para malaikat menutupi wajah mereka—Manusia ini menerima orang berdosa. Dibutuhkan lidah malaikat untuk menggambarkan kerendahan hati kasih yang begitu besar. Bahwa kita semua bersedia mencari orang yang hilang bukanlah hal yang menakjubkan—mereka adalah sesama kita; tetapi bahwa Dia, Allah yang murka, yang terhadap-Nya pelanggaran telah dilakukan, mengambil rupa seorang hamba, dan menanggung dosa banyak orang, dan kemudian bersedia menerima orang yang paling hina sekalipun, inilah yang menakjubkan. "Manusia ini menerima orang berdosa"; Namun, bukan agar mereka tetap menjadi orang berdosa, melainkan agar Ia menerima mereka untuk mengampuni dosa-dosa mereka, membenarkan pribadi mereka, membersihkan hati mereka dengan firman-Nya yang menyucikan, memelihara jiwa mereka dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri mereka, dan memungkinkan mereka untuk melayani Dia, menyatakan pujian-Nya, dan bersekutu dengan Dia. Ke dalam kasih hati-Nya Ia menerima orang berdosa, mengambil mereka dari tumpukan sampah, dan mengenakan mereka sebagai permata di mahkota-Nya; menyelamatkan mereka seperti bara api dari kobaran api, dan memelihara mereka sebagai monumen berharga dari belas kasihan-Nya. Tidak ada yang lebih berharga di mata Yesus selain orang berdosa yang untuknya Ia mati. Ketika Yesus menerima orang berdosa, Ia tidak memiliki tempat penerimaan di luar ruangan, bukan bangsal sementara di mana Ia dengan murah hati menampung mereka seperti orang yang menampung pengemis yang lewat, tetapi Ia membuka gerbang emas hati-Nya yang agung, dan menerima orang berdosa langsung ke dalam diri-Nya—ya, Ia menerima orang yang bertobat dengan rendah hati ke dalam persatuan pribadi dan menjadikannya anggota tubuh-Nya, daging-Nya, dan tulang-Nya. Belum pernah ada sambutan seperti ini! Fakta ini masih sangat pasti malam ini, Dia masih menerima orang berdosa: semoga Tuhan mengabulkan jika orang berdosa mau menerima Dia.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).