Renungan Malam — 15 September 2026
Mazmur 148:14
Ia telah meninggikan tanduk umat- Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!
Perjanjian lama menekankan jarak. Ketika Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya Musa, Ia berkata, "Jangan mendekat ke sini: lepaskanlah sepatumu dari kakimu"; dan ketika Ia menyatakan diri di Gunung Sinai, kepada umat pilihan dan terpisah-Nya, salah satu perintah pertama adalah, "Engkau harus menetapkan batas di sekeliling gunung itu." Baik dalam ibadah suci di tabernakel maupun di bait suci, pemikiran tentang jarak selalu menonjol. Sebagian besar umat bahkan tidak memasuki pelataran luar. Ke pelataran dalam hanya para imam yang berani masuk; sementara ke tempat terdalam, atau tempat mahakudus, imam besar hanya masuk sekali dalam setahun. Seolah-olah Tuhan pada zaman dahulu ingin mengajarkan kepada manusia bahwa dosa sangat menjijikkan bagi-Nya, sehingga Ia harus memperlakukan manusia seperti penderita kusta yang diusir dari perkemahan; dan ketika Ia datang paling dekat dengan mereka, Ia tetap membuat mereka merasakan lebarnya pemisahan antara Allah yang kudus dan orang berdosa yang najis. Ketika Injil datang, kita ditempatkan pada pijakan yang sama sekali berbeda. Kata "Pergi" diganti dengan "Datang"; jarak digantikan oleh kedekatan, dan kita yang dahulu jauh, didekatkan oleh darah Yesus Kristus. Keilahian yang menjelma tidak memiliki tembok api di sekelilingnya. "Datanglah kepada-Ku, semua yang lelah dan berbeban berat, dan Aku akan memberi kamu istirahat," adalah proklamasi sukacita Allah ketika Ia menampakkan diri dalam daging manusia. Ia tidak lagi mengajarkan mengenai penyakit dosa kepada kita pendosa dengan menjauhkan kita dari hadapan-Nya, tetapi dengan menanggung sendiri hukuman atas kenajisannya. Betapa aman dan istimewanya kedekatan dengan Allah melalui Yesus ini! Apakah Anda mengetahuinya melalui pengalaman? Jika Anda mengetahuinya, apakah Anda hidup dalam kuasanya? Kedekatan ini sungguh menakjubkan, namun akan diikuti oleh masa kedekatan yang lebih besar lagi, ketika akan dikatakan, "Kemah Allah ada di antara manusia, dan Ia tinggal di antara mereka." Percepatlah itu, ya Tuhan.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()