Renungan Malam — 17 Juni 2026
Bilangan 21:17
Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja."
Sumur Beer di padang gurun sangat terkenal karena menjadi subjek sebuah janji: "Itulah sumur yang telah difirmankan Tuhan kepada Musa: Kumpulkanlah umat itu, dan Aku akan memberi mereka air." Umat itu membutuhkan air, dan air itu dijanjikan oleh Allah mereka yang penuh kasih karunia. Kita membutuhkan persediaan kasih karunia surgawi yang baru, dan dalam perjanjian itu Tuhan telah berjanji untuk memberikan semua yang kita butuhkan. Sumur itu kemudian menjadi penyebab sebuah nyanyian. Sebelum air memancar, iman yang gembira mendorong umat itu untuk bernyanyi; dan ketika mereka melihat mata air jernih itu bergelembung, musiknya menjadi semakin gembira. Demikian pula, kita yang percaya pada janji Allah harus bersukacita dalam prospek kebangkitan ilahi dalam jiwa kita, dan ketika kita mengalaminya, sukacita kudus kita harus meluap. Apakah kita haus? Janganlah kita mengeluh, tetapi bernyanyilah. Kehausan rohani itu pahit untuk ditanggung, tetapi kita tidak perlu menanggungnya—janji itu menunjukkan sebuah sumur; marilah kita bersemangat, dan menantikannya. Selain itu, sumur itu menjadi pusat doa. "Memancarlah, hai sumur." Apa yang telah Allah janjikan untuk diberikan, harus kita cari, atau kita akan menunjukkan bahwa kita tidak memiliki keinginan maupun iman. Malam ini marilah kita memohon agar Kitab Suci yang telah kita baca, dan ibadah kita, bukanlah formalitas kosong, melainkan saluran kasih karunia bagi jiwa kita. Kiranya Allah Roh Kudus bekerja di dalam kita dengan segenap kuasa-Nya yang perkasa, memenuhi kita dengan segala kepenuhan Allah. Terakhir, sumur itu adalah objek usaha. "Para bangsawan rakyat menggali sumur itu dengan tongkat mereka." Tuhan menghendaki kita aktif dalam memperoleh kasih karunia. Tongkat kita tidak cocok untuk menggali di pasir, tetapi kita harus menggunakannya semaksimal mungkin. Doa tidak boleh diabaikan; pertemuan bersama kita tidak boleh ditinggalkan; tata cara ibadah tidak boleh dikesampingkan. Tuhan akan memberi kita damai sejahtera-Nya dengan limpah, tetapi bukan dengan cara bermalas-malasan. Karena itu, marilah kita berinisiatif mencari Dia yang di dalam-Nya terdapat semua mata air segar kita.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()