Renungan Malam — 17 Oktober 2026

Yesaya 40:11
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan- Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Gembala kita yang baik memiliki beragam pengalaman dalam kawanan-Nya, beberapa kuat dalam Tuhan, dan yang lain lemah imannya, tetapi Ia tidak memihak dalam pemeliharaan-Nya terhadap semua domba-Nya, dan anak domba yang terlemah sama berharganya bagi-Nya seperti yang paling maju dalam kawanan. Anak domba cenderung tertinggal, mudah tersesat, dan mudah lelah, tetapi dari semua bahaya kelemahan ini, Gembala melindungi mereka dengan lengan kuasa-Nya. Ia menemukan jiwa-jiwa yang baru lahir, seperti anak domba muda, siap binasa—Ia memelihara mereka sampai hidup menjadi kuat; Ia menemukan pikiran-pikiran yang lemah siap pingsan dan mati—Ia menghibur mereka dan memperbarui kekuatan mereka. Semua anak kecil Ia kumpulkan, karena bukanlah kehendak Bapa surgawi kita bahwa seorang pun dari mereka binasa. Betapa tajamnya mata-Nya untuk melihat mereka semua! Betapa lembutnya hati-Nya untuk memelihara mereka semua! Betapa luas dan kuatnya lengan-Nya, untuk mengumpulkan mereka semua! Selama hidup-Nya di bumi, Ia adalah pengumpul besar bagi orang-orang yang lemah, dan sekarang Ia berdiam di surga, hati-Nya yang penuh kasih merindukan orang-orang yang rendah hati dan menyesal, yang penakut dan lemah, yang takut dan pingsan di dunia ini. Betapa lembutnya Ia mengumpulkan aku kepada diri-Nya, kepada kebenaran-Nya, kepada darah-Nya, kepada kasih-Nya, kepada gereja-Nya! Dengan kasih karunia yang begitu besar Ia mendorong aku untuk datang kepada diri-Nya! Sejak pertobatan pertamaku, betapa sering Ia memulihkan aku dari pengembaraanku, dan sekali lagi merangkulku dalam lingkaran lengan-Nya yang kekal! Yang terbaik dari semuanya adalah, Ia melakukan semuanya sendiri secara pribadi, tidak mendelegasikan tugas kasih, tetapi merendahkan diri-Nya untuk menyelamatkan dan memelihara hamba-Nya yang paling tidak layak. Bagaimana aku dapat mengasihi-Nya dengan cukup atau melayani-Nya dengan layak? Aku ingin sekali memuliakan nama-Nya sampai ke ujung bumi, tetapi apa yang dapat dilakukan kelemahanku bagi-Nya? Gembala Agung, tambahkanlah satu lagi rahmat kepada belas kasihan-Mu, yaitu hati untuk mengasihi-Mu dengan lebih tulus sebagaimana seharusnya.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).