Renungan Malam — 18 Februari 2026
Ada perbedaan besar antara mengakui dosa sebagai pelaku, dan mengakui dosa sebagai seorang anak. Pangkuan Bapa adalah tempat untuk pengakuan yang penuh penyesalan.
Lukas 15:18
Bapa, aku telah berdosa.
Sudah pasti bahwa mereka yang telah dibersihkan oleh Kristus dengan darah-Nya yang berharga tidak perlu mengaku dosa sebagai pelaku kejahatan atau penjahat, di hadapan Allah, Sang Hakim, karena Kristus telah mengangkut semua dosa mereka untuk selamanya dalam arti yudisial, sehingga mereka tidak lagi berada di tempat di mana mereka dapat dihukum, tetapi diterima sekali untuk selamanya di dalam Yang Terkasih.
Namun, setelah menjadi anak-anak Bapa, dan kemudian berbuat dosa sebagai anak-anak, bukankah seharusnya mereka setiap hari sebagai anak-anak menghadap Bapa surgawi mereka, dan mengaku dosa serta kejahatan mereka?
Secara alamiah kita mengerti bahwa adalah kewajiban anak-anak yang berbuat salah untuk mengaku kepada ayah duniawi mereka, dan kasih karunia Allah di dalam hati mengajarkan kita bahwa kita, sebagai orang Kristen, memiliki kewajiban yang sama kepada Bapa surgawi kita.
Kita berbuat dosa setiap hari, dan seharusnya tidak beristirahat tanpa pengampunan setiap hari. Sebab, seandainya pelanggaran saya terhadap Bapa saya tidak segera dibawa kepada-Nya untuk dibersihkan oleh kuasa pembersihan Tuhan Yesus, apa akibatnya? Jika saya belum mencari pengampunan dan dibersihkan dari pelanggaran-pelanggaran ini terhadap Bapa, saya akan merasa jauh dari-Nya; saya akan meragukan kasih-Nya; saya akan gemetar di hadapan-Nya; takut berdoa kepada-Nya. Saya akan menjadi seperti anak yang hilang, yang meskipun masih belia, sudah jauh dari ayahnya.
Tetapi jika, dengan kesedihan seorang anak karena telah mendukakan Bapa yang begitu murah hati dan penuh kasih, saya pergi kepada-Nya dan menceritakan semuanya kepada-Nya, dan tidak beristirahat sampai saya menyadari bahwa saya telah diampuni, maka saya akan merasakan kasih yang kudus kepada Bapa-ku, dan akan menjalani perjalanan kekristenanku, bukan hanya sebagai orang yang diselamatkan, tetapi sebagai orang yang menikmati kedamaian saat ini di dalam Allah melalui Yesus Kristus, Tuhanku.
Ada perbedaan besar antara mengakui dosa sebagai pelaku, dan mengakui dosa sebagai seorang anak. Pangkuan Bapa adalah tempat untuk pengakuan yang penuh penyesalan. Kita telah dibersihkan sekali untuk selamanya, tetapi kaki kita masih perlu dibasuh dari pencemaran perjalanan kita sehari-hari sebagai anak-anak Allah.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).