Renungan Malam — 18 Juni 2026

Kidung Agung 5:1
Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku.

Hati orang percaya adalah taman Kristus. Ia membelinya dengan darah-Nya yang berharga, dan Ia memasukinya serta mengklaimnya sebagai milik-Nya. Sebuah taman menyiratkan pemisahan. Itu bukanlah padang terbuka; itu bukanlah padang belantara; itu dikelilingi tembok, atau pagar tanaman. Alangkah baiknya jika kita dapat melihat tembok pemisah antara gereja dan dunia dibuat lebih lebar dan lebih kuat. Sungguh menyedihkan mendengar orang Kristen berkata, "Yah, tidak ada salahnya dalam hal ini; tidak ada salahnya dalam hal itu," sehingga ia menjadi semakin serupa dengan dunia. Kasih karunia berada pada titik terendah dalam jiwa yang bahkan dapat mempertanyakan seberapa jauh ia dapat mengikuti kesesuaian duniawi. Sebuah taman adalah tempat yang indah, jauh melampaui tanah liar yang tidak ditanami. Orang Kristen sejati harus berusaha untuk menjadi lebih unggul dalam hidupnya daripada moralis terbaik, karena taman Kristus seharusnya menghasilkan bunga-bunga terbaik di seluruh dunia. Bahkan yang terbaik pun miskin dibandingkan dengan jasa Kristus; janganlah kita meremehkan Dia dengan tanaman yang layu dan kerdil. Bunga lili dan mawar yang paling langka, paling indah, dan paling terpilih seharusnya mekar di tempat yang Yesus sebut milik-Nya. Taman adalah tempat pertumbuhan. Orang-orang kudus tidak boleh tetap tidak berkembang, selalu hanya berupa tunas dan bunga. Kita harus bertumbuh dalam kasih karunia, dan dalam pengetahuan tentang Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Pertumbuhan haruslah cepat di mana Yesus adalah Penggarap, dan Roh Kudus adalah embun dari atas. Taman adalah tempat peristirahatan. Demikianlah Tuhan Yesus Kristus ingin kita menyimpan jiwa kita sebagai tempat di mana Dia dapat menyatakan diri-Nya, sebagaimana Dia tidak melakukannya kepada dunia. Oh, semoga orang Kristen lebih menyendiri, semoga mereka lebih menutup hati mereka untuk Kristus! Kita seringkali mengkhawatirkan dan menyusahkan diri sendiri, seperti Martha, dengan banyak pekerjaan, sehingga kita tidak memiliki ruang untuk Kristus seperti yang dimiliki Maria, dan tidak duduk di kaki-Nya sebagaimana seharusnya. Kiranya Tuhan memberikan curahan kasih karunia-Nya yang manis untuk menyirami taman-Nya hari ini.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).