Renungan Malam — 26 Juni 2026

2 Petrus 1:4
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Singkirkan selamanya segala pikiran untuk memuaskan keinginan daging jika kamu ingin hidup dalam kuasa Tuhanmu yang telah bangkit. Sungguh buruk jika seseorang yang hidup dalam Kristus tinggal dalam kebusukan dosa. "Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati?" kata malaikat kepada Magdalena. Haruskah yang hidup tinggal di dalam kuburan? Haruskah hidup ilahi terkurung di dalam rumah mayat nafsu daging? Bagaimana mungkin kita mengambil bagian dari cawan Tuhan namun meminum cawan Belial? Tentu, hai orang percaya, dari nafsu dan dosa yang terang-terangan kamu telah dibebaskan: apakah kamu juga telah lolos dari jebakan-jebakan yang lebih tersembunyi dan menyesatkan dari setan? Apakah kamu telah keluar dari nafsu kesombongan? Apakah kamu telah lolos dari kemalasan? Apakah kamu telah benar-benar lolos dari rasa aman duniawi? Apakah kamu berusaha setiap hari untuk hidup di atas keduniawian, kesombongan hidup, dan kejahatan keserakahan yang menjerat? Ingatlah, untuk inilah kamu telah diperkaya dengan harta Allah. Jika engkau memang pilihan Allah, dan dikasihi-Nya, jangan biarkan semua kekayaan anugerah yang melimpah terbuang sia-sia. Kejarlah kekudusan; itu adalah mahkota dan kemuliaan orang Kristen. Gereja yang tidak kudus! Itu tidak berguna bagi dunia, dan tidak dihargai di antara manusia. Itu adalah kekejian, tawa neraka, kebencian surga. Kejahatan terburuk yang pernah menimpa dunia telah ditimbulkan oleh gereja yang tidak kudus. Hai orang Kristen, sumpah Allah ada padamu. Engkau adalah imam Allah: bertindaklah seperti itu. Engkau adalah raja Allah: kuasailah hawa nafsumu. Engkau adalah pilihan Allah: jangan bersekutu dengan Belial. Surga adalah bagianmu: hiduplah seperti roh surgawi, dengan demikian engkau akan membuktikan bahwa engkau memiliki iman sejati kepada Yesus, karena tidak mungkin ada iman di dalam hati kecuali ada kekudusan dalam hidup. "Tuhan, aku ingin hidup sebagai orang yang menyandang nama yang ditebus dengan darah, sebagai orang yang tidak ingin menyakiti hati-Mu."


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).