Renungan Malam — 3 April 2026

Yesaya 53:6
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Di sini terdapat pengakuan dosa yang umum bagi semua umat pilihan Allah. Mereka semua telah jatuh, dan karena itu, dalam paduan suara bersama, mereka semua berkata, dari yang pertama masuk surga hingga yang terakhir yang akan masuk ke sana, "Kita semua seperti domba yang tersesat." Pengakuan ini, meskipun bulat, juga khusus dan spesifik: "Kita masing-masing telah berpaling ke jalannya sendiri." Ada dosa yang khas pada setiap individu; semua berdosa, tetapi masing-masing dengan beberapa pemberat khusus yang tidak ditemukan pada sesamanya. Ciri pertobatan sejati adalah bahwa meskipun secara alami mengaitkan diri dengan orang-orang yang bertobat lainnya, ia juga mengambil posisi menyendiri.

"Kita masing-masing telah berpaling ke jalannya sendiri," adalah pengakuan bahwa setiap orang telah berdosa terhadap terang yang khas baginya, atau berdosa dengan pemberat yang tidak dapat ia lihat pada orang lain. Pengakuan ini tanpa syarat; tidak ada satu kata pun yang mengurangi kekuatannya, atau satu suku kata pun sebagai alasan. Pengakuan ini adalah penyerahan semua dalih kebenaran diri. Ini adalah pernyataan dari orang-orang yang sadar akan kesalahan mereka—bersalah dengan berat, bersalah tanpa alasan: mereka berdiri dengan senjata pemberontakan mereka yang hancur berkeping-keping, dan berseru, "Kita semua seperti domba yang tersesat; kita masing-masing telah berpaling ke jalannya sendiri."

Namun kita tidak mendengar ratapan pilu yang menyertai pengakuan dosa ini; karena kalimat berikutnya membuatnya hampir seperti nyanyian. "Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita semua." Ini adalah kalimat yang paling menyedihkan dari ketiganya, tetapi penuh dengan penghiburan. Anehnya, pada puncak penderitaan, belas kasihan berkuasa; di mana kesedihan mencapai puncaknya, jiwa-jiwa yang lelah menemukan kedamaian. Juruselamat yang terluka adalah penyembuhan hati yang terluka. Lihatlah bagaimana pertobatan yang paling rendah membawa kepada keyakinan yang pasti dengan hanya memandang pada Kristus di kayu salib!


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).