Renungan Malam — 3 Agustus 2026
Lukas 8:42
karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
Yesus sedang melewati kerumunan orang menuju rumah Yairus, untuk membangkitkan putri penguasa yang telah mati; tetapi Ia begitu melimpah dalam kebaikan sehingga Ia melakukan mukjizat lain di perjalanan. Sementara tongkat Harun ini masih menghasilkan bunga dari keajaiban yang belum terwujud, ia menghasilkan buah almond yang matang dari karya belas kasihan yang sempurna. Cukuplah bagi kita, jika kita memiliki satu tujuan, untuk segera pergi dan menyelesaikannya; akan tidak bijaksana untuk menghabiskan energi kita di perjalanan. Bergegas menyelamatkan seorang teman yang tenggelam, kita tidak boleh menghabiskan kekuatan kita untuk orang lain yang berada dalam bahaya yang sama. Cukuplah bagi sebuah pohon untuk menghasilkan satu jenis buah, dan bagi seorang manusia untuk memenuhi panggilan khususnya sendiri. Tetapi Guru kita tidak mengenal batas kekuatan atau batasan misi. Ia begitu melimpah dalam kasih karunia, sehingga seperti matahari yang bersinar saat terus bergerak dalam orbitnya, jalan-Nya bersinar dengan kasih sayang. Ia adalah anak panah kasih yang cepat, yang tidak hanya mencapai sasaran yang telah ditentukan, tetapi juga mengharumkan udara yang dilaluinya. Kebajikan senantiasa terpancar dari Yesus, seperti aroma harum yang keluar dari bunga; dan akan selalu terpancar dari Dia, seperti air dari mata air yang berkilauan. Betapa menggembirakan kebenaran ini memberi kita dorongan! Jika Tuhan kita begitu siap menyembuhkan orang sakit dan memberkati orang yang membutuhkan, maka, jiwaku, janganlah engkau lambat untuk menempatkan dirimu di jalan-Nya, agar Dia tersenyum kepadamu. Janganlah ragu untuk meminta, jika Dia begitu berlimpah dalam memberi. Perhatikanlah firman-Nya dengan sungguh-sungguh sekarang, dan setiap saat, agar Yesus dapat berbicara melalui firman itu kepada hatimu. Di mana Dia dapat ditemukan, di situlah engkau pergi, agar engkau dapat memperoleh berkat-Nya. Ketika Dia hadir untuk menyembuhkan, bukankah Dia dapat menyembuhkanmu? Tetapi tentu Dia hadir bahkan sekarang, karena Dia selalu datang kepada hati yang membutuhkan-Nya. Dan bukankah engkau membutuhkan-Nya? Ah, Dia tahu betapa besarnya! Engkau Putra Daud, palingkanlah pandangan-Mu dan lihatlah penderitaan yang sekarang ada di hadapan-Mu, dan sembuhkanlah orang yang memohon kepada-Mu.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()