Renungan Malam — 3 Juni 2026
Filipi 2:8
Ia telah merendahkan diri-Nya.
Yesus adalah guru besar kerendahan hati. Kita perlu belajar dari-Nya setiap hari. Lihatlah Sang Guru mengambil handuk dan membasuh kaki murid-murid-Nya! Pengikut Kristus, tidakkah engkau mau merendahkan diri? Lihatlah Dia sebagai Hamba dari segala hamba, dan tentu engkau tidak akan bisa sombong! Bukankah kalimat ini merupakan ringkasan dari biografi-Nya, "Ia merendahkan diri-Nya"? Bukankah di bumi Ia selalu menanggalkan satu jubah kehormatan dan kemudian yang lain, sampai, telanjang, Ia dipaku di kayu salib, dan di sana Ia mengosongkan diri-Nya yang terdalam, mencurahkan darah-Nya, menyerahkan diri untuk kita semua, sampai mereka membaringkan-Nya tanpa harta benda di kuburan pinjaman? Betapa rendahnya Juruselamat kita yang terkasih direndahkan! Lalu bagaimana kita bisa sombong? Berdirilah di kaki salib, dan hitung tetesan darah yang telah membersihkanmu; lihat mahkota duri; perhatikan bahu-Nya yang dicambuk, masih mengalirkan darah merah; Lihatlah tangan dan kaki-Nya yang diserahkan kepada besi kasar, dan seluruh diri-Nya menjadi bahan ejekan dan penghinaan; lihatlah kepahitan, dan penderitaan, dan kepedihan kesedihan batin yang tampak dalam rupa lahiriah-Nya; dengarlah jeritan yang menggetarkan, "Ya Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Dan jika kamu tidak bersujud di tanah di hadapan salib itu, kamu belum pernah melihatnya: jika kamu tidak direndahkan di hadapan Yesus, kamu tidak mengenal Dia. Kamu begitu tersesat sehingga tidak ada yang dapat menyelamatkanmu kecuali pengorbanan Anak Tunggal Allah. Pikirkanlah itu, dan sebagaimana Yesus membungkuk untukmu, tundukkan dirimu dengan rendah hati di kaki-Nya. Kesadaran akan kasih Kristus yang luar biasa kepada kita memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk merendahkan kita daripada kesadaran akan kesalahan kita sendiri. Semoga Tuhan membawa kita dalam perenungan ke Kalvari, maka posisi kita tidak lagi menjadi orang yang sombong dan angkuh, tetapi kita akan mengambil tempat yang rendah hati sebagai orang yang banyak mengasihi karena kita telah banyak diampuni. Kesombongan tidak dapat hidup di bawah salib. Mari kita duduk di sana dan mengambil pelajaran, lalu bangkit dan menerapkannya dalam praktik.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()