Renungan Malam — 31 Juli 2026

1 Tawarikh 9:33
Dan inilah para penyanyi, kepala-kepala puak orang Lewi, yang diam di bilik-bilik dan bebas dari pekerjaan lain, sebab siang dan malam mereka sibuk dengan pekerjaannya.

Sungguh teraturlah di bait suci sehingga nyanyian suci tak pernah berhenti: karena selama-lamanya para penyanyi memuji Tuhan, yang rahmat-Nya kekal selama-lamanya. Sebagaimana rahmat tak pernah berhenti berkuasa baik siang maupun malam, demikian pula musik tak pernah menghentikan pelayanan sucinya. Hatiku, ada pelajaran yang manis yang diajarkan kepadamu dalam nyanyian tanpa henti di bait suci Sion: Engkau pun adalah orang yang selalu berhutang budi, dan pastikanlah rasa syukurmu, seperti kasih, tak pernah gagal. Pujian kepada Tuhan tetap ada di surga, yang akan menjadi tempat kediaman terakhirmu, belajarlah untuk mempraktikkan haleluya abadi. Di seluruh bumi, saat matahari menyebarkan cahayanya, sinarnya membangunkan orang-orang percaya yang bersyukur untuk melantunkan himne pagi mereka, sehingga melalui imamat orang-orang kudus pujian abadi terus dikumandangkan sepanjang waktu, mereka menyelimuti bumi kita dengan selubung ucapan syukur, dan mengikatnya dengan ikat pinggang emas nyanyian.

Tuhan selalu layak dipuji atas siapa Dia dalam diri-Nya, atas karya penciptaan dan pemeliharaan-Nya, atas kebaikan-Nya terhadap makhluk-Nya, dan terutama atas penebusan yang telah diselesaikan-Nya, dan semua berkat luar biasa yang mengalir darinya. Selalu bermanfaat untuk memuji Tuhan; itu menyemarakkan hari dan menerangi malam; itu meringankan kerja keras dan melembutkan kesedihan; dan di atas sukacita duniawi, itu memancarkan pancaran kesucian sehingga kita tidak dibutakan oleh silaunya sukacita duniawi. Tidakkah kita memiliki sesuatu untuk dinyanyikan saat ini? Tidakkah kita dapat merangkai sebuah lagu dari sukacita kita saat ini, atau pembebasan kita di masa lalu, atau harapan kita di masa depan? Bumi menghasilkan buah-buahan musim panasnya: jerami disimpan, bulir padi keemasan mengundang sabit, dan matahari menyinari bumi yang subur, sehingga kita dapat memperpanjang jam-jam ibadah yang khusyuk. Dengan kasih Yesus, marilah kita mengakhiri hari dengan mazmur sukacita yang kudus.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).