Renungan Malam — 5 Maret 2026

Mazmur 35:3
Katakanlah kepada jiwaku: "Akulah keselamatanmu!"

Apa yang diajarkan doa yang indah ini kepadaku? Ini akan menjadi permohonanku di malam hari; tetapi pertama-tama biarlah itu memberiku renungan yang mendidik.

Ayat ini pertama-tama memberitahuku bahwa Daud memiliki keraguan; karena mengapa ia berdoa, "Katakanlah kepada jiwaku: Akulah keselamatanmu," jika ia tidak kadang-kadang diliputi keraguan dan ketakutan? Maka, biarlah aku bergembira, karena aku bukanlah satu-satunya orang kudus yang harus mengeluh tentang kelemahan iman. Jika Daud ragu, aku tidak perlu menyimpulkan bahwa aku bukanlah seorang Kristen karena aku memiliki keraguan.

Ayat ini mengingatkanku bahwa Daud tidak puas selama ia memiliki keraguan dan ketakutan, tetapi ia segera pergi ke takhta pengampunan untuk berdoa memohon kepastian; karena ia menghargainya seperti ia menghargai emas murni. Aku pun harus berusaha untuk mendapatkan rasa penerimaan yang abadi di dalam Yang Terkasih, dan tidak boleh bersukacita ketika kasih-Nya tidak dicurahkan ke dalam jiwaku.

Ketika Mempelai Priaku pergi dariku, jiwaku harus dan akan berpuasa. Aku juga belajar bahwa Daud tahu di mana mendapatkan kepastian penuh. Ia menghadap Allahnya dalam doa, sambil berseru, "Katakanlah kepada jiwaku, 'Akulah keselamatanmu.'" Aku harus banyak menyendiri dengan Allah jika aku ingin memiliki pemahaman yang jelas tentang kasih Yesus. Jika doaku berhenti, mata imanku akan menjadi kabur. Banyak berdoa, banyak di surga; lambat berdoa, lambat dalam kemajuan.

Aku perhatikan bahwa Daud tidak akan puas kecuali keyakinannya memiliki sumber ilahi. "Katakanlah kepada jiwaku." Tuhan, katakanlah itu! Hanya kesaksian ilahi dalam jiwa yang akan memuaskan seorang Kristen sejati. Terlebih lagi, Daud tidak dapat beristirahat sampai dia mendapat keyakinan yang bersifat pribadi. "Katakanlah kepada jiwaku, 'Akulah keselamatanmu.'" Tuhan, jika Engkau mengatakan ini kepada semua orang kudus, itu tidak ada artinya, kecuali Engkau mengatakannya kepadaku.

Tuhan, aku telah berdosa; aku tidak pantas menerima senyuman-Mu; aku hampir tidak berani memintanya; tetapi oh! katakanlah kepada jiwaku, ya kepada jiwaku, "Akulah keselamatanmu." Biarkan aku memiliki kesadaran yang nyata, pribadi, tak tergoyahkan, dan tak dapat disangkal bahwa aku adalah milik-Mu, dan bahwa Engkau adalah milikku.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).