Renungan Malam — 5 Mei 2026
Amsal 16:20
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.
Kebijaksanaan adalah kekuatan sejati manusia; dan, di bawah bimbingannya, ia dapat mencapai tujuan hidupnya dengan sebaik-baiknya. Menangani urusan hidup dengan bijaksana memberi manusia kenikmatan yang paling kaya, dan menghadirkan pekerjaan paling mulia bagi kemampuannya; oleh karena itu, melalui kebijaksanaan ia menemukan kebaikan dalam arti yang sepenuhnya. Tanpa kebijaksanaan, manusia seperti anak keledai liar, berlari ke sana kemari, membuang-buang kekuatan yang seharusnya dapat digunakan dengan bermanfaat. Kebijaksanaan adalah kompas yang digunakan manusia untuk menavigasi hamparan kehidupan yang tak berjejak; tanpanya ia seperti kapal yang terbengkalai, diombang-ambingkan angin dan ombak. Manusia harus bijaksana di dunia seperti ini, atau ia tidak akan menemukan kebaikan, tetapi akan terjerumus ke dalam keburukan yang tak terhitung jumlahnya. Peziarah akan terluka kakinya di antara duri-duri hutan kehidupan jika ia tidak memilih langkahnya dengan sangat hati-hati. Ia yang berada di padang gurun yang dipenuhi gerombolan perampok harus menangani masalah dengan bijaksana jika ia ingin melakukan perjalanan dengan aman. Jika, dibimbing oleh Guru Agung, kita mengikuti ke mana Dia menuntun, kita akan menemukan kebaikan, bahkan saat berada di tempat tinggal yang gelap ini; ada buah-buahan surgawi yang dapat dipetik di sisi taman Eden ini, dan nyanyian surga yang dapat dinyanyikan di tengah-tengah pepohonan di bumi.
Tetapi di manakah hikmat ini dapat ditemukan? Banyak yang telah memimpikannya, tetapi belum memilikinya. Di manakah kita akan mempelajarinya? Marilah kita mendengarkan suara Tuhan, karena Dia telah menyatakan rahasianya; Dia telah mengungkapkan kepada anak-anak manusia di mana letak hikmat sejati, dan kita memilikinya dalam ayat, "Barangsiapa percaya kepada Tuhan, berbahagialah dia." Cara yang benar untuk menangani suatu masalah dengan bijaksana adalah dengan percaya kepada Tuhan. Inilah petunjuk pasti menuju labirin kehidupan yang paling rumit, ikutilah dan temukan kebahagiaan abadi. Dia yang percaya kepada Tuhan memiliki ijazah hikmat yang diberikan melalui ilham: berbahagialah dia sekarang, dan lebih bahagia lagi dia di atas sana. Tuhan, di senja yang indah ini berjalanlah bersamaku di taman, dan ajarkanlah aku hikmat iman.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()