Renungan Malam — 6 Juli 2026

Ayub 13:23
Berapa besar kesalahan dan dosaku?

Pernahkah Anda benar-benar menimbang dan mempertimbangkan betapa besarnya dosa umat Allah? Pikirkan betapa keji pelanggaran Anda sendiri, dan Anda akan menemukan bahwa bukan hanya dosa di sana-sini yang menjulang tinggi seperti pegunungan Alpen, tetapi kejahatan Anda bertumpuk satu sama lain, seperti dalam dongeng lama tentang raksasa yang menumpuk gunung di atas gunung. Betapa besarnya akumulasi dosa dalam kehidupan salah satu anak Allah yang paling kudus! Cobalah untuk mengalikan dosa satu orang saja dengan banyaknya orang yang ditebus, "suatu jumlah yang tak seorang pun dapat menghitungnya," dan Anda akan memiliki gambaran tentang besarnya kesalahan orang-orang yang untuknya Yesus mencurahkan darah-Nya. Tetapi kita sampai pada gagasan yang lebih memadai tentang besarnya dosa melalui besarnya obat yang disediakan. Itu adalah darah Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal dan terkasih. Putra Allah! Malaikat-malaikat melemparkan mahkota mereka di hadapan-Nya! Semua simfoni paduan suara surga mengelilingi takhta-Nya yang mulia. "Allah di atas segalanya, diberkati selama-lamanya. Amin." Namun Ia mengambil rupa seorang hamba, dicambuk dan ditusuk, dilukai dan dicabik-cabik, dan akhirnya dibunuh; karena hanya darah Anak Allah yang menjelma yang dapat menebus dosa-dosa kita. Tidak ada pikiran manusia yang dapat memperkirakan nilai tak terbatas dari pengorbanan ilahi, karena sebesar apa pun dosa umat Allah, penebusan yang menghapuskannya jauh lebih besar. Karena itu, orang percaya, bahkan ketika dosa mengalir seperti banjir hitam, dan ingatan akan masa lalu terasa pahit, masih dapat berdiri di hadapan takhta Allah yang agung dan kudus yang menyala-nyala, dan berseru, "Siapakah yang menghukum? Kristuslah yang telah mati; bahkan, yang telah bangkit kembali." Sementara ingatan akan dosanya memenuhi dirinya dengan rasa malu dan duka, pada saat yang sama ia menjadikannya sebagai kontras untuk menunjukkan kecemerlangan belas kasihan—rasa bersalah adalah malam gelap di mana bintang indah kasih ilahi bersinar dengan kemegahan yang tenang.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).