Renungan Malam — 6 Mei 2026

Ayub 14:14
Selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku.

Sedikit waktu tinggal di bumi akan membuat surga lebih surgawi. Tidak ada yang membuat istirahat terasa begitu manis selain kerja keras; tidak ada yang membuat rasa aman begitu menyenangkan selain pernah berada di dalam bahaya. Cawan pahit di bumi akan memberi cita rasa pada anggur baru yang berkilauan dalam cawan emas kemuliaan. Baju zirah kita yang babak belur dan wajah kita yang terluka akan membuat kemenangan kita di atas sana lebih mulia, ketika kita disambut di singgasana mereka yang telah mengalahkan dunia. Kita tidak akan memiliki persekutuan penuh dengan Kristus jika kita tidak untuk sementara waktu tinggal di bawah, karena Dia dibaptis dengan baptisan penderitaan di antara manusia, dan kita harus dibaptis dengan hal yang sama jika kita ingin berbagi kerajaan-Nya. Persekutuan dengan Kristus begitu mulia sehingga kesedihan yang paling berat adalah harga yang ringan untuk mendapatkannya. Alasan lain kita masih berada di dunia ini adalah untuk kebaikan orang lain. Kita tidak ingin masuk surga sampai pekerjaan kita selesai, dan mungkin kita masih ditakdirkan untuk membawa terang bagi jiwa-jiwa yang gelap di padang gurun dosa. Masa tinggal kita yang lama di sini tidak diragukan lagi adalah untuk kemuliaan Allah. Seorang Kristen yang teruji adalah seperti berlian yang dipotong dengan baik, berkilauan di mahkota Raja. Tidak ada yang lebih mencerminkan kehormatan bagi seorang pekerja selain ujian yang panjang dan berat terhadap hasil karyanya, serta kemampuannya untuk bertahan dengan gemilang melewati cobaan itu tanpa mengalami kegagalan di bagian mana pun. Kita adalah karya Allah dan Dia akan dimuliakan melalui penderitaan kita. Demi kemuliaan Yesuslah kita menanggung ujian iman kita dengan sukacita yang kudus.

Biarlah setiap orang menyerahkan kerinduan mereka sendiri kepada kemuliaan Yesus, dan merasakan, "Jika berbaringku di debu akan meninggikan Tuhanku sedikit saja, biarlah aku tetap berbaring di antara bejana-bejana tanah. Jika hidup di bumi selamanya akan membuat Tuhanku lebih mulia, maka surga yang tertutup akan menjadi surga bagiku." Waktu kita telah ditetapkan dan ditentukan oleh ketetapan kekal. Janganlah kita cemas tentang hal itu, tetapi tunggulah dengan sabar sampai pintu gerbang mutiara terbuka.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).