Renungan Malam — 7 April 2026
Mazmur 51:16
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Dalam pengakuan yang sungguh-sungguh ini, sungguh menyenangkan untuk mengamati bahwa Daud dengan jelas menyebutkan dosanya. Ia tidak menyebutnya pembunuhan, atau berbicara tentangnya sebagai kecerobohan yang menyebabkan kecelakaan yang tidak menguntungkan menimpa orang yang berharga, tetapi ia menyebutnya dengan nama sebenarnya: hutang darah. Ia sebenarnya tidak membunuh suami Batsyeba; tetapi tetap saja dalam hati Daud direncanakan bahwa Uria akan dibunuh, dan di hadapan Tuhan ia adalah pembunuhnya.
Belajarlah dalam pengakuan untuk jujur kepada Tuhan. Jangan memberi nama yang indah untuk dosa-dosa yang kotor; sebutlah dosa dengan sebutan apa pun yang Anda inginkan, tapi baunya tidak akan lebih manis. Apa yang Tuhan lihat sebagai dosa, demikian pula seharusnya cara pandang kita yaitu melihat dosa sebagai dosa dan kejijikan; dan dengan sepenuh hati akui karakter dosa yang sebenarnya. Perhatikan, bahwa Daud jelas-jelas tertekan oleh keburukan dosanya. Mudah untuk menggunakan kata-kata, tetapi sulit untuk merasakan maknanya. Mazmur 51 adalah gambaran dari roh yang menyesal. Marilah kita mencari kerendahan hati yang serupa; Betapapun baiknya kata-kata kita, jika hati kita tidak menyadari betapa pantasnya dosa masuk neraka, kita tidak dapat mengharapkan pengampunan.
Ayat kita berisi doa yang sungguh-sungguh. Doa ini ditujukan kepada Allah keselamatan. Adalah hak prerogatif-Nya untuk mengampuni; adalah nama dan tugas-Nya untuk menyelamatkan mereka yang mencari wajah-Nya. Lebih baik lagi, ayat ini menyebut Dia sebagai Allah keselamatanku. Ya, terpujilah nama-Nya, dan aku akan datang kepada-Nya melalui darah Yesus, dan aku dapat bersukacita dalam Allah keselamatanku.
Pemazmur mengakhiri dengan sumpah yang terpuji: jika Allah menyelamatkannya, maka ia akan bernyanyi—bahkan lebih dari itu, ia akan "bersorak sorai." Inilah respons yang paling tepat atas belas kasihan yang demikian besar itu! Tetapi perhatikan subjek lagu itu—"keadilan-Mu." Kita harus menyanyikan tentang karya yang telah selesai dari Juruselamat yang mulia; dan dia yang paling mengenal kasih pengampunan akan bernyanyi paling lantang.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).