Renungan Malam — 9 Agustus 2026
Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
Maria Magdalena adalah korban kejahatan yang mengerikan. Ia dirasuki bukan hanya oleh satu setan, tetapi tujuh. Penghuni yang mengerikan ini menyebabkan banyak rasa sakit dan pencemaran pada tubuh malang tempat mereka berdiam. Kasusnya adalah kasus yang tanpa harapan dan mengerikan. Ia tidak dapat menolong dirinya sendiri, dan pertolongan manusia pun tidak dapat membantu. Tetapi Yesus melewati jalan itu, dan tanpa diminta, dan mungkin bahkan ditolak oleh orang yang kerasukan setan itu, Ia mengucapkan firman kuasa, dan Maria Magdalena menjadi bukti kuasa penyembuhan Yesus. Ketujuh setan itu meninggalkannya, meninggalkannya dan tidak pernah kembali, diusir secara paksa oleh Tuhan semesta alam. Betapa berkatnya pembebasan itu! Betapa bahagianya perubahan itu! Dari delirium menjadi sukacita, dari keputusasaan menjadi kedamaian, dari neraka ke surga! Seketika itu juga ia menjadi pengikut setia Yesus, memperhatikan setiap firman-Nya, mengikuti langkah-langkah-Nya yang berliku-liku, berbagi kehidupan-Nya yang penuh kerja keras; dan di samping itu ia menjadi penolong-Nya yang murah hati, yang pertama di antara kelompok wanita yang disembuhkan dan bersyukur yang melayani Dia dengan harta benda mereka. Ketika Yesus diangkat dalam penyaliban, Maria tetap turut menanggung rasa malu-Nya: kita mendapati dia pertama kali melihat dari jauh, dan kemudian mendekat ke kaki salib. Dia tidak dapat mati di kayu salib bersama Yesus, tetapi dia berdiri sedekat mungkin, dan ketika tubuh-Nya yang diberkati diturunkan, dia memperhatikan bagaimana dan di mana tubuh itu diletakkan. Dia adalah orang percaya yang setia dan waspada, terakhir di kuburan tempat Yesus tidur, pertama di kuburan tempat Dia bangkit. Kesetiaan sucinya menjadikannya pengamat yang disukai oleh Rabboni yang dikasihinya, yang berkenan memanggilnya dengan namanya, dan menjadikannya utusan kabar baik kepada murid-murid yang gemetar dan Petrus. Demikianlah kasih karunia menemukan seorang yang gila dan menjadikannya seorang pelayan, mengusir setan dan memberinya kesempatan untuk melihat malaikat, membebaskannya dari Setan, dan menyatukannya selamanya dengan Tuhan Yesus. Semoga aku juga menjadi mukjizat kasih karunia seperti itu!
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()