Renungan Malam — 9 Mei 2026

Kidung Agung 7:11,12
Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, ... dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup.

Gereja hendak melakukan pekerjaan yang sungguh-sungguh, dan menginginkan kehadiran Tuhan di dalamnya. Gereja tidak berkata, "Aku akan pergi," tetapi "marilah kita pergi." Sungguh pekerjaan yang diberkait ketika Yesus berada di sisi kita! Tugas umat Allah adalah memangkas tanaman anggur Allah. Seperti orang tua pertama kita, kita ditempatkan di taman Tuhan untuk bermanfaat; karena itu marilah kita pergi ke ladang. Perhatikan bahwa gereja, ketika ia dalam keadaan pikiran yang benar, dalam semua pekerjaannya yang banyak, ingin menikmati persekutuan dengan Kristus. Beberapa orang membayangkan bahwa mereka tidak dapat melayani Kristus secara aktif, namun tetap memiliki persekutuan dengan-Nya: mereka keliru. Tidak diragukan lagi sangat mudah untuk menyia-nyiakan kehidupan batin kita dalam kegiatan lahiriah, dan akhirnya mengeluh kepada mempelai wanita, "Mereka menjadikan aku penjaga kebun anggur; tetapi kebun anggurku sendiri tidak kujaga:" tetapi tidak ada alasan mengapa hal ini harus terjadi kecuali kebodohan dan kelalaian kita sendiri. Yang pasti adalah bahwa seorang yang mengaku beriman dapat tidak melakukan apa pun, namun tetap menjadi sama tidak bersemangatnya dalam hal-hal rohani seperti mereka yang paling sibuk. Maria tidak dipuji karena duduk diam; tetapi karena duduk di kaki Yesus. Demikian juga, orang Kristen tidak dipuji karena mengabaikan tugas-tugas mereka dengan dalih memiliki persekutuan rahasia dengan Yesus: bukan duduk, tetapi duduk di kaki Yesuslah yang terpuji. Jangan berpikir bahwa aktivitas itu sendiri adalah kejahatan: itu adalah berkat yang besar, dan sarana kasih karunia bagi kita. Paulus menyebutnya sebagai kasih karunia yang diberikan kepadanya untuk diizinkan berkhotbah; dan setiap bentuk pelayanan Kristen dapat menjadi berkat pribadi bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Mereka yang memiliki persekutuan paling erat dengan Kristus bukanlah para pertapa atau orang yang hidup menyendiri, yang memiliki banyak waktu luang, tetapi para pekerja yang tak kenal lelah yang bekerja keras untuk Yesus, dan yang, dalam kerja keras mereka, memiliki Dia di sisi mereka, sehingga mereka bekerja bersama dengan Allah. Oleh karena itu, marilah kita ingat, dalam segala hal yang harus kita lakukan untuk Yesus, bahwa kita dapat melakukannya, dan harus melakukannya dalam persekutuan yang erat dengan Dia.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).