Renungan Pagi — 1 April 2026
Kidung Agung 1:2
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Selama beberapa hari kita telah merenungkan penderitaan Juruselamat, dan untuk beberapa waktu ke depan kita akan terus merenungkannya. Di awal bulan baru ini, marilah kita mencari keinginan yang sama kepada Tuhan kita seperti yang berkobar di hati seorang mempelai pilihan. Pada ayat ini lihatlah bagaimana ia langsung menghampiri-Nya; tidak ada kata-kata pendahuluan; ia bahkan tidak menyebut nama-Nya; ia langsung berada di inti temanya, karena ia berbicara tentang Dia yang merupakan satu-satunya Dia di dunia baginya. Betapa beraninya kasihnya! Kerendahan hati yang besar memungkinkan orang yang bertobat dan menangis untuk mengurapi kaki-Nya dengan minyak narwastu—kasih yang besar pula yang memungkinkan Maria yang lembut untuk duduk di kaki-Nya dan belajar dari-Nya—tetapi di sini, kasih, kasih yang kuat dan penuh semangat, ingin menunjukkan penghargaan yang lebih tinggi, dan persekutuan yang lebih dekat. Ester gemetar di hadapan Raja Ahasuerus, tetapi mempelai dalam kebebasan sukacita kasih yang sempurna tidak mengenal rasa takut. Jika kita telah menerima roh yang sama, kita juga dapat meminta hal yang serupa.
Kecupan berarti berbagai manifestasi kasih sayang yang dengannya orang percaya dapat menikmati kasih Yesus. Kecupan pendamaian yang kita nikmati saat pertobatan kita, dan itu manis seperti madu yang menetes dari sarang lebah. Kecupan penerimaan masih hangat di dahi kita, karena kita tahu bahwa Dia telah menerima pribadi dan perbuatan kita melalui kasih karunia yang melimpah. Kecupan persekutuan harian yang hadir, adalah yang kita dambakan untuk diulang hari demi hari, sampai berubah menjadi kecupan penerimaan, yang mengangkat jiwa dari bumi, dan kecupan penyempurnaan yang memenuhi jiwa kita dengan sukacita surga. Iman adalah perjalanan kita, tetapi persekutuan yang dirasakan secara nyata adalah istirahat kita. Iman adalah jalan, tetapi persekutuan dengan Yesus adalah sumur tempat peziarah minum. Ya, Kekasih jiwa kami, janganlah Engkau asing bagi kami; biarlah bibir berkat-Mu bertemu dengan bibir permohonan kami; biarlah bibir kepenuhan-Mu menyentuh bibir kebutuhan kami, dan seketika kecupan itu akan terwujud.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).