Renungan Pagi — 1 Juni 2026

Kejadian 1:5
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Apakah demikian sejak awal? Apakah terang dan gelap memisahkan waktu pada hari pertama? Maka tidak mengherankan jika saya juga mengalami perubahan dari sinar matahari kemakmuran ke tengah malam kesengsaraan. Tidak akan selalu terang benderang seperti siang hari, bahkan dalam urusan jiwa saya, saya harus siap meratapi hilangnya sukacita saya sebelumnya, dan mencari Kekasih saya di malam hari. Saya pun tidak sendirian dalam hal ini, karena semua orang yang dikasihi Tuhan harus menyanyikan lagu campuran penghakiman dan belas kasihan, cobaan dan pembebasan, ratapan dan sukacita. Ini adalah salah satu pengaturan pemeliharaan Ilahi bahwa siang dan malam tidak akan berhenti baik dalam ciptaan spiritual maupun alamiah sampai kita mencapai tanah yang tertulis, "di sana tidak ada lagi malam." Apa yang ditetapkan Bapa Surgawi kita adalah bijaksana dan baik. Lalu, apa yang terbaik bagimu untuk dilakukan, wahai jiwaku? Belajarlah terlebih dahulu untuk merasa puas dengan tatanan ilahi ini, dan bersedialah, seperti Ayub, untuk menerima kejahatan dari tangan Tuhan maupun kebaikan. Belajarlah selanjutnya, untuk membuat pergantian pagi dan malam menjadi sukacita. Pujilah Tuhan atas matahari sukacita ketika terbit, dan atas kegelapan malam ketika terbenam. Ada keindahan baik dalam matahari terbit maupun terbenam, nyanyikanlah itu, dan muliakanlah Tuhan. Seperti burung bulbul, curahkanlah nyanyianmu setiap saat. Percayalah bahwa malam sama bermanfaatnya dengan siang. Embun kasih karunia turun lebat di malam kesedihan. Bintang-bintang janji Allah bersinar dengan gemilang di tengah kegelapan duka. Lanjutkan pelayananmu di bawah segala perubahan. Jika di siang hari semboyanmu adalah kerja keras, di malam hari gantilah dengan berjaga-jaga. Setiap jam memiliki tugasnya, teruslah dalam panggilanmu sebagai hamba Tuhan sampai Ia tiba-tiba muncul dalam kemuliaan-Nya. Jiwaku, senja usia tua dan kematianmu semakin dekat, jangan takut, karena itu adalah bagian dari hari kita sebagai manusia di dunia ini; dan Tuhan telah berfirman, "Aku akan melindunginya sepanjang hari."


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).