Renungan Pagi — 1 Oktober 2026

Kidung Agung 7:13
Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

Sang istri, yakni Gereja, berkeinginan untuk memberikan kepada Yesus semua yang dihasilkannya. Hati kita memiliki "segala macam buah yang menyenangkan," baik "yang lama maupun yang baru," dan semuanya tersimpan untuk Kekasih kita. Pada musim gugur yang kaya akan buah ini, marilah kita meninjau persediaan kita. Kita memiliki buah-buahan baru. Kita ingin merasakan kehidupan baru, sukacita baru, rasa syukur baru; kita ingin membuat tekad baru dan melaksanakannya dengan usaha baru; hati kita mekar dengan doa-doa baru, dan jiwa kita berjanji untuk melakukan usaha-usaha baru. Tetapi kita juga memiliki beberapa buah lama. Ada kasih pertama kita: buah pilihan! dan Yesus senang akan hal itu. Ada iman pertama kita: iman sederhana yang dengannya, tanpa memiliki apa pun, kita menjadi pemilik segala sesuatu. Ada sukacita kita ketika pertama kali mengenal Tuhan: marilah kita menghidupkannya kembali. Kita memiliki ingatan lama kita tentang janji-janji-Nya. Betapa setianya Allah! Dalam sakit, betapa lembutnya Ia menyiapkan tempat tidur kita! Di tengah air yang dalam, betapa tenangnya Ia mengangkat kita! Di dalam tungku api yang menyala-nyala, betapa murah hati Ia menyelamatkan kita. Inilah buah-buahan yang sudah lama! Kita memiliki banyak buah lama, karena belas kasih-Nya lebih dari rambut di kepala kita. Dosa-dosa lama harus kita sesali, tetapi kita telah mendapatkan pertobatan-pertobatan yang telah Dia berikan kepada kita, yang dengannya kita telah menangis menuju salib, dan mengalami manfaat dari darah-Nya. Pagi ini kita memiliki buah-buah, baik yang baru maupun yang lama; tetapi inilah intinya—semuanya disimpan untuk Yesus. Sesungguhnya, itulah pelayanan terbaik dan paling berkenan di mana Yesus adalah satu-satunya tujuan jiwa, dan kemuliaan-Nya, tanpa campuran apa pun, adalah tujuan dari semua usaha kita. Biarlah banyak buah kita disimpan hanya untuk Kekasih kita; marilah kita menunjukkannya ketika Dia bersama kita, dan jangan memamerkannya di hadapan pandangan manusia. Yesus, kami akan memutar kunci di pintu taman kami, dan tidak seorang pun akan masuk untuk merampas satu buah pun yang baik dari tanah yang telah Engkau sirami dengan keringat darah-Mu. Segala sesuatu milik kami akan menjadi milik-Mu, hanya milik-Mu, ya Yesus, Kekasih kami!


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).