Renungan Pagi — 10 September 2026
Markus 3:13
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
Inilah kedaulatan. Jiwa-jiwa yang tidak sabar mungkin akan gelisah dan marah, karena mereka tidak dipanggil ke tempat tertinggi dalam pelayanan; tetapi pembaca, bersukacitalah karena Yesus memanggil siapa pun yang Dia kehendaki. Jika Dia membiarkan saya menjadi penjaga pintu di rumah-Nya, saya akan dengan gembira memuji-Nya atas kasih karunia-Nya yang mengizinkan saya melakukan apa pun dalam pelayanan-Nya. Panggilan hamba-hamba Kristus datang dari atas. Yesus berdiri di atas gunung, selalu di atas dunia dalam kekudusan, kesungguhan, kasih, dan kuasa. Mereka yang dipanggil-Nya harus naik ke gunung kepada-Nya, mereka harus berusaha untuk naik ke tingkat-Nya dengan hidup dalam persekutuan yang konstan dengan-Nya. Mereka mungkin tidak dapat mencapai penghargaan, atau mencapai keunggulan duniawi, tetapi mereka harus seperti Musa naik ke gunung Allah dan memiliki hubungan akrab dengan Allah yang tak terlihat, atau mereka tidak akan pernah diperlengkapi untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Yesus pergi menyendiri untuk mengadakan persekutuan yang intim dengan Bapa, dan kita harus memasuki persekutuan ilahi yang sama jika kita ingin memberkati sesama kita. Tidak heran jika para rasul diliputi kuasa ketika mereka turun dari gunung tempat Yesus berada. Pagi ini kita harus berusaha mendaki gunung persekutuan, agar di sana kita dapat ditahbiskan untuk pekerjaan hidup yang untuknya kita telah dikhususkan. Janganlah kita melihat wajah manusia hari ini sebelum kita melihat Yesus. Waktu yang dihabiskan bersama-Nya adalah waktu yang berharga. Kita pun akan mengusir setan dan melakukan mukjizat jika kita turun ke dunia dengan dibalut energi ilahi yang hanya dapat diberikan oleh Kristus. Tidak ada gunanya pergi ke medan pertempuran Tuhan sebelum kita dipersenjatai dengan senjata surgawi. Kita harus melihat Yesus, ini sangat penting. Di atas takhta belas kasihan kita akan berlama-lama sampai Ia menyatakan diri-Nya kepada kita seperti yang tidak Ia lakukan kepada dunia, dan sampai kita dapat dengan jujur berkata, "Kami bersama-Nya di atas gunung yang kudus."
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()