Renungan Pagi — 11 Agustus 2026
Ayub 29:2
"Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,
Banyak orang Kristen dapat memandang masa lalu dengan senang hati, tetapi memandang masa kini dengan ketidakpuasan; mereka mengenang hari-hari yang telah mereka lalui dalam persekutuan dengan Tuhan sebagai hari-hari terindah dan terbaik yang pernah mereka alami, tetapi untuk masa kini, semuanya diselimuti oleh kesuraman dan kesedihan. Dahulu mereka hidup dekat dengan Yesus, tetapi sekarang mereka merasa telah menjauh dari-Nya, dan mereka berkata, "Oh, seandainya aku seperti di bulan-bulan yang lalu!" Mereka mengeluh bahwa mereka telah kehilangan bukti-bukti iman mereka, atau bahwa mereka tidak memiliki kedamaian pikiran saat ini, atau bahwa mereka tidak menikmati sarana kasih karunia, atau bahwa hati nurani mereka tidak lagi peka, atau bahwa mereka tidak lagi bersemangat untuk kemuliaan Allah. Penyebab keadaan menyedihkan ini bermacam-macam. Hal itu mungkin timbul karena kurangnya doa, karena ruang doa yang terabaikan adalah awal dari semua kemerosotan rohani. Atau mungkin akibat dari penyembahan berhala. Hati telah terfokus pada hal lain, lebih dari pada Allah; kasih sayang telah tertuju pada hal-hal duniawi, bukan pada hal-hal surgawi. Allah yang cemburu tidak akan puas dengan hati yang terpecah; Ia harus dikasihi terlebih dahulu dan yang terbaik. Ia akan menarik sinar hadirat-Nya dari hati yang dingin dan tersesat. Atau penyebabnya mungkin terletak pada rasa percaya diri dan kesombongan. Kesombongan bersemayam di dalam hati, dan diri sendiri ditinggikan alih-alih merendahkan diri di kaki salib. Hai orang Kristen, jika kamu sekarang tidak seperti "bulan-bulan yang lalu," jangan puas hanya dengan mengharapkan kembalinya kebahagiaan masa lalu, tetapi segeralah pergi menemui Gurumu, dan ceritakan kepada-Nya keadaanmu yang menyedihkan. Mintalah rahmat dan kekuatan-Nya untuk membantumu berjalan lebih dekat dengan-Nya; rendahkan dirimu di hadapan-Nya, dan Ia akan mengangkatmu, dan memberimu kesempatan lagi untuk menikmati terang wajah-Nya. Jangan duduk untuk menghela napas dan meratap; selama Tabib yang terkasih masih hidup, ada harapan, bahkan ada kepastian kesembuhan untuk kasus-kasus terburuk sekalipun.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()