Renungan Pagi — 11 Juni 2026
1 Yohanes 4:19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Tidak ada cahaya di planet ini selain yang berasal dari matahari; dan tidak ada kasih sejati kepada Yesus di dalam hati selain yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Dari sumber kasih Allah yang tak terbatas yang melimpah ini, semua kasih kita kepada Allah haruslah muncul. Ini harus selalu menjadi kebenaran yang besar dan pasti, bahwa kita mengasihi Dia bukan karena alasan lain selain karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih kita kepada-Nya adalah buah yang indah dari kasih-Nya kepada kita. Kekaguman yang dingin, ketika mempelajari karya-karya Allah, dapat dimiliki oleh siapa pun, tetapi kehangatan kasih hanya dapat dinyalakan di dalam hati oleh Roh Allah. Betapa menakjubkannya bahwa orang-orang seperti kita dapat dituntun untuk mengasihi Yesus! Betapa menakjubkannya bahwa ketika kita memberontak terhadap-Nya, Dia, dengan menunjukkan kasih yang begitu luar biasa, berusaha untuk menarik kita kembali. Tidak! Kita tidak akan pernah memiliki sebutir pun kasih kepada Allah kecuali jika itu telah ditabur dalam diri kita oleh benih manis kasih-Nya kepada kita. Kasih, kalau begitu, bersumber dari kasih Allah yang dicurahkan di dalam hati: tetapi setelah dilahirkan secara ilahi, ia harus dipelihara secara ilahi. Cinta adalah sesuatu yang eksotis; ia bukanlah tanaman yang akan tumbuh subur secara alami di tanah manusia, ia harus disirami dari atas. Cinta kepada Yesus adalah bunga yang sifatnya halus, dan jika ia tidak menerima nutrisi selain yang dapat diambil dari batu hati kita, ia akan segera layu. Karena cinta berasal dari surga, maka ia harus diberi makan roti surgawi. Ia tidak dapat bertahan di padang gurun kecuali diberi makan manna dari atas. Cinta harus diberi makan oleh cinta. Jiwa dan kehidupan cinta kita kepada Tuhan adalah kasih-Nya kepada kita. "Aku mengasihi Engkau, Tuhan, tetapi bukan dengan kasihku sendiri, karena aku tidak mempunyai kasih untuk diberikan; Aku mengasihi Engkau, Tuhan; tetapi semua kasih itu adalah milik-Mu, karena oleh kasih-Mu aku hidup. Aku bukan siapa-siapa, dan bersukacita untuk dikosongkan, dan hilang, dan ditelan di dalam Engkau."
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()