Renungan Pagi — 11 Mei 2026

Matius 28:20
Aku menyertai kamu senantiasa.

Sungguh baik bahwa ada Satu yang selalu sama, dan yang selalu bersama kita. Sungguh baik bahwa ada satu batu karang yang kokoh di tengah gelombang lautan kehidupan. Oh jiwaku, janganlah engkau menaruh kasih sayangmu pada harta benda yang berkarat, dimakan ngengat, dan lapuk, tetapi taruhlah hatimu pada Dia yang tetap setia kepadamu untuk selama-lamanya. Janganlah engkau membangun rumahmu di atas pasir hisap yang bergerak dari dunia yang penuh tipu daya, tetapi letakkanlah harapanmu pada batu karang ini, yang di tengah hujan yang turun dan banjir yang mengamuk, akan berdiri teguh dan aman. Jiwaku, aku berpesan kepadamu, simpanlah hartamu di satu-satunya lemari yang aman; simpanlah permatamu di tempat yang tidak akan pernah hilang. Serahkanlah segalanya kepada Kristus; taruhlah seluruh kasih sayangmu pada pribadi-Nya, seluruh harapanmu pada jasa-Nya, seluruh kepercayaanmu pada darah-Nya yang berkuasa, seluruh sukacitamu pada hadirat-Nya, dan dengan demikian engkau dapat menertawakan kehilangan, dan menantang kehancuran. Ingatlah bahwa semua bunga di taman dunia akan layu bergantian, dan akan tiba hari ketika tidak ada yang tersisa selain tanah yang hitam dan dingin. Pemadam hitam kematian akan segera memadamkan lilinmu. Oh! betapa manisnya memiliki sinar matahari ketika lilin telah padam! Banjir gelap akan segera menyapu antara engkau dan semua yang kau miliki; maka satukan hatimu kepada Dia yang tidak akan pernah meninggalkanmu; percayakan dirimu kepada Dia yang akan menyertaimu melewati arus kematian yang gelap dan bergelombang, dan yang akan membawamu dengan selamat ke pantai surgawi, dan membuatmu duduk bersama-Nya di tempat-tempat surgawi untuk selama-lamanya.

Pergilah, anak yang berduka karena penderitaan, ceritakan rahasiamu kepada Sahabat yang lebih setia daripada saudara. Percayakan semua kekhawatiranmu kepada Dia yang tidak akan pernah dapat diambil darimu, yang tidak akan pernah meninggalkanmu, dan yang tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkan-Nya, yaitu "Yesus Kristus, yang sama kemarin, hari ini, dan selama-lamanya." "Sesungguhnya Aku menyertai kamu senantiasa," sudah cukup bagi jiwaku untuk hidup, siapa pun yang meninggalkanku.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).