Renungan Pagi — 12 Agustus 2026

Mazmur 97:1
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Tidak ada penyebab kegelisahan selama kalimat yang diberkati ini benar. Di bumi, kuasa Tuhan dengan mudah mengendalikan amarah orang jahat seperti amarah laut; kasih-Nya dengan mudah menyegarkan orang miskin dengan belas kasihan seperti bumi dengan hujan. Keagungan bersinar dalam kilatan api di tengah kengerian badai, dan kemuliaan Tuhan terlihat dalam kebesarannya dalam kejatuhan kerajaan, dan runtuhnya takhta. Dalam semua konflik dan kesengsaraan kita, kita dapat melihat tangan Raja ilahi. "Allah adalah Allah; Dia melihat dan mendengar semua masalah kita, semua air mata kita. Jiwa, jangan lupa, di tengah penderitaanmu, Allah berkuasa atas segalanya untuk selama-lamanya." Di neraka, roh-roh jahat mengakui, dengan kesengsaraan, supremasi-Nya yang tak diragukan lagi. Mereka diizinkan berkeliaran, tetapi dengan rantai di tumit mereka. Panah maut berada di bawah kunci Tuhan, dan penjara kubur memiliki kuasa ilahi sebagai penjaganya. Pembalasan dahsyat Hakim seluruh bumi membuat iblis gentar dan gemetar. "Jangan takut mati, atau tusukan Setan, Tuhan membela siapa pun yang percaya kepada-Nya; Jiwa, ingatlah, dalam penderitaanmu, Tuhan berkuasa atas segalanya untuk selama-lamanya." Di surga tidak ada yang meragukan kedaulatan Raja Kekal, tetapi semua bersujud untuk memberi hormat kepada-Nya. Malaikat adalah abdi dalem-Nya, orang-orang yang ditebus adalah kesayangan-Nya, dan semua senang melayani-Nya siang dan malam. Semoga kita segera mencapai kota Raja yang agung!" Untuk malam kesedihan yang panjang dalam hidup ini, Dia akan memberi kita kedamaian dan sukacita. Jiwa, ingatlah, dalam penderitaanmu, Tuhan berkuasa atas segalanya untuk selama-lamanya."


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).