Renungan Pagi — 13 Agustus 2026

Mazmur 104:16
Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya.

Pohon-pohon aras Lebanon merupakan lambang orang Kristen, karena penanamannya sepenuhnya berkat Tuhan. Hal ini berlaku bagi setiap anak Allah. Ia bukanlah hasil tanam manusia, atau hasil tanam sendiri, melainkan hasil tanam Allah. Tangan misterius Roh Kudus menaburkan benih hidup ke dalam hati yang telah Ia persiapkan sendiri untuk menerimanya. Setiap ahli waris sejati surga mengakui Sang Penggarap Agung sebagai penanamnya. Lebih jauh lagi, pohon-pohon aras Lebanon tidak bergantung pada manusia untuk penyiramannya; mereka berdiri di atas batu karang yang tinggi, tidak dibasahi oleh irigasi manusia; namun Bapa surgawi kita menyediakan kebutuhan mereka. Demikian pula dengan orang Kristen yang telah belajar hidup dengan iman. Ia mandiri dari manusia, bahkan dalam hal-hal duniawi; untuk pemeliharaan hidupnya yang berkelanjutan, ia bergantung kepada Tuhan Allahnya, dan hanya kepada-Nya. Embun surga adalah bagiannya, dan Allah Maha Tinggi adalah sumbernya. Sekali lagi, pohon-pohon aras Lebanon tidak dilindungi oleh kekuatan fana apa pun. Mereka tidak berhutang apa pun kepada manusia untuk perlindungan mereka dari angin topan dan badai. Mereka adalah pohon-pohon Allah, yang dipelihara dan dijaga oleh-Nya, dan hanya oleh-Nya. Hal yang sama persis berlaku untuk orang Kristen. Ia bukanlah tanaman rumah kaca yang terlindung dari godaan; ia berada di posisi yang paling rentan; ia tidak memiliki tempat berlindung, tidak ada perlindungan, kecuali sayap-sayap luas Allah yang kekal selalu menutupi pohon-pohon aras yang telah ditanam-Nya sendiri. Seperti pohon aras, orang percaya penuh dengan getah yang memiliki vitalitas yang cukup untuk selalu hijau, bahkan di tengah salju musim dingin. Terakhir, kondisi pohon aras yang subur dan megah hanya untuk memuji Allah. Tuhan, bahkan Tuhan sendirilah yang telah menjadi segalanya bagi pohon-pohon aras, dan karena itu Daud dengan sangat indah mengungkapkannya dalam salah satu mazmur, "Pujilah Tuhan, pohon-pohon yang berbuah dan segala pohon aras." Dalam diri orang percaya tidak ada yang dapat memuliakan manusia; ia ditanam, dipelihara, dan dilindungi oleh tangan Tuhan sendiri, dan kepada-Nya segala kemuliaan harus dikaitkan.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).