Renungan Pagi — 13 September 2026
Mazmur 84:6
(84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
Ini mengajarkan kita bahwa penghiburan yang diperoleh seseorang seringkali terbukti bermanfaat bagi orang lain; sama seperti sumur yang akan digunakan oleh rombongan yang datang kemudian. Kita membaca beberapa buku yang penuh dengan penghiburan, yang seperti tongkat Yonatan, meneteskan madu. Ah! kita berpikir saudara kita telah berada di sini sebelum kita, dan menggali sumur ini untuk kita dan juga untuk dirinya sendiri. Banyak "Malam Ratapan," "Harmoni Tengah Malam," "Hari Abadi," "Kelompok dalam Nasib," "Penghiburan bagi Para Pelayat," telah menjadi sumur yang digali oleh seorang peziarah untuk dirinya sendiri, tetapi terbukti sama bermanfaatnya bagi orang lain. Secara khusus kita melihat ini dalam Mazmur, seperti yang dimulai dengan, "Mengapa engkau putus asa, hai jiwaku?" Para pelancong senang melihat jejak kaki manusia di pantai yang tandus, dan kita senang melihat tanda-tanda para peziarah saat melewati lembah air mata. Para peziarah menggali sumur, tetapi, anehnya, sumur itu terisi dari atas, bukan dari bawah. Kita menggunakan sarana, tetapi berkat tidak muncul dari sarana tersebut. Kita menggali sumur, tetapi surga mengisinya dengan hujan. Kuda dipersiapkan untuk hari pertempuran, tetapi keselamatan berasal dari Tuhan. Sarana terhubung dengan tujuan, tetapi sarana itu sendiri tidak menghasilkan tujuan tersebut. Lihatlah di sini, hujan mengisi kolam-kolam, sehingga sumur-sumur menjadi berguna sebagai waduk air; kerja keras tidak sia-sia, tetapi tetap tidak menggantikan pertolongan ilahi. Kasih karunia dapat dibandingkan dengan hujan karena kemurniannya, karena pengaruhnya yang menyegarkan dan menghidupkan, karena datangnya hanya dari atas, dan karena kedaulatan yang dengannya kasih karunia diberikan atau ditahan. Semoga para pembaca kita mendapat curahan berkat, dan semoga sumur-sumur yang telah mereka gali terisi air! Oh, apa artinya sarana dan peraturan tanpa senyum surga! Mereka seperti awan tanpa hujan, dan kolam tanpa air. Ya Tuhan yang penuh kasih, bukalah jendela-jendela surga dan curahkanlah berkat kepada kami!
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()