Renungan Pagi — 14 Juni 2026
Mazmur 37:4
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Ajaran dari kata-kata ini pasti tampak sangat mengejutkan bagi mereka yang asing dengan kesalehan sejati, tetapi bagi orang percaya yang tulus, itu hanyalah penanaman kebenaran yang diakui. Kehidupan orang percaya di sini digambarkan sebagai sukacita dalam Tuhan, dan dengan demikian kita diyakinkan tentang fakta besar bahwa agama sejati melimpah dengan kebahagiaan dan sukacita. Orang-orang yang tidak saleh dan hanya mengaku beriman tidak pernah memandang agama sebagai sesuatu yang menyenangkan; bagi mereka itu adalah pelayanan, kewajiban, atau kebutuhan, tetapi tidak pernah kesenangan atau sukacita. Jika mereka memperhatikan agama sama sekali, itu karena mereka dapat memperoleh keuntungan darinya, atau karena mereka tidak berani melakukan hal lain. Gagasan tentang sukacita dalam agama begitu asing bagi kebanyakan orang, sehingga tidak ada dua kata dalam bahasa mereka yang lebih terpisah daripada "kekudusan" dan "sukacita." Tetapi orang percaya yang mengenal Kristus, memahami bahwa sukacita dan iman begitu diberkati bersatu, sehingga pintu gerbang neraka tidak dapat memisahkan keduanya. Mereka yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka, menemukan bahwa jalan-Nya adalah jalan yang menyenangkan, dan semua jalan-Nya adalah damai sejahtera. Sukacita seperti itu, kenikmatan yang melimpah ruah, berkat yang begitu berlimpah, ditemukan oleh orang-orang kudus dalam Tuhan mereka, sehingga mereka tidak hanya mengikuti-Nya karena kebiasaan, tetapi juga karena seluruh dunia mencemooh nama-Nya sebagai kejahatan. Kita tidak takut kepada Tuhan karena paksaan apa pun; iman kita bukanlah belenggu, pengakuan kita bukanlah perbudakan, kita tidak dipaksa untuk hidup suci, atau didorong untuk menjalankan kewajiban. Tidak, kesalehan kita adalah kesenangan kita, harapan kita adalah kebahagiaan kita, kewajiban kita adalah kegembiraan kita. Kegembiraan dan agama sejati adalah sekutu seperti akar dan bunga; tak terpisahkan seperti kebenaran dan kepastian; keduanya, pada kenyataannya, adalah dua permata berharga yang berkilauan berdampingan dalam bingkai emas. "Saat kita merasakan kasih-Mu, sukacita kita tumbuh secara ilahi, tak terkatakan seperti yang di atas, dan surga dimulai di bawah."
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()