Renungan Pagi — 14 September 2026

Markus 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Yesus adalah Laksamana Agung lautan malam itu, dan kehadiran-Nya menyelamatkan seluruh rombongan. Berlayar bersama Yesus adalah hal yang baik, meskipun hanya dengan kapal kecil. Ketika kita berlayar bersama Kristus, kita tidak dapat memastikan cuaca yang baik, karena badai besar dapat mengombang-ambingkan kapal yang membawa Tuhan sendiri, dan kita tidak boleh berharap menemukan laut yang kurang bergejolak di sekitar perahu kecil kita. Jika kita pergi bersama Yesus, kita harus puas dengan keadaan-Nya; dan ketika ombak ganas bagi-Nya, ombak itu juga akan ganas bagi kita. Melalui badai dan guncanganlah kita akan sampai ke daratan, seperti yang Dia lakukan sebelum kita. Ketika badai menerjang danau Galilea yang gelap, semua wajah menjadi gelap, dan semua hati takut akan kapal karam. Ketika semua pertolongan makhluk tidak berguna, Juruselamat yang tertidur bangkit, dan dengan satu kata, mengubah hiruk pikuk badai menjadi ketenangan yang dalam; kemudian kapal-kapal kecil itu pun beristirahat, begitu pula kapal yang membawa Tuhan. Yesus adalah Penguasa lautan; Dan meskipun ada kesedihan di laut, ketika Yesus ada di atasnya, ada sukacita juga. Semoga hati kita menjadikan Yesus sebagai jangkar, kemudi, mercusuar, perahu penyelamat, dan pelabuhan kita. Gereja-Nya adalah kapal utama Laksamana, marilah kita memperhatikan pergerakannya, dan menyemangati para perwiranya dengan kehadiran kita. Dia Sendiri adalah daya tarik utama; marilah kita selalu mengikuti jejak-Nya, memperhatikan isyarat-Nya, berlayar dengan peta-Nya, dan jangan pernah takut selama Dia berada dalam jangkauan kita. Tidak satu pun kapal dalam konvoi akan mengalami kecelakaan; Komodor Agung akan mengarahkan setiap kapal dengan aman ke pelabuhan yang diinginkan. Dengan iman kita akan melepaskan tali jangkar kita untuk pelayaran satu hari lagi, dan berlayar bersama Yesus ke lautan kesengsaraan. Angin dan gelombang mungkin melanda kita, tetapi semuanya menaati-Nya; dan karena itu, badai apa pun yang terjadi di luar, iman akan merasakan ketenangan yang diberkati di dalam. Dia selalu berada di tengah-tengah rombongan yang diterpa angin: marilah kita bersukacita di dalam Dia. Kapal-Nya telah mencapai pelabuhan, dan demikian pula kapal kita kelak.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).