Renungan Pagi — 15 Juni 2026
Kejadian 21:6
Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."
Sungguh di luar kuasa alam, bahkan bertentangan dengan hukum-hukumnya, bahwa Sarah yang sudah tua dikaruniai seorang putra; dan demikian pula di luar semua aturan biasa bahwa aku, seorang berdosa yang miskin, tak berdaya, dan hancur, mendapat anugerah untuk membawa Roh Tuhan Yesus yang berdiam di dalam jiwaku. Aku, yang pernah putus asa, dan memang pantas demikian, karena kodratku kering, layu, mandul, dan terkutuk seperti padang gurun yang meratap, bahkan aku telah dijadikan menghasilkan buah kekudusan. Mulutku patut dipenuhi dengan tawa sukacita, karena anugerah yang luar biasa dan mengejutkan yang telah kuterima dari Tuhan, karena aku telah menemukan Yesus, benih yang dijanjikan, dan Dia adalah milikku selamanya. Hari ini aku akan melantunkan mazmur kemenangan kepada Tuhan yang telah mengingat keadaanku yang rendah, karena "hatiku bersukacita di dalam Tuhan; tandukku ditinggikan di dalam Tuhan; mulutku terbuka lebar atas musuh-musuhku, karena aku bersukacita dalam keselamatan-Mu."
Aku ingin semua orang yang mendengar tentang pembebasanku yang besar dari neraka, dan kunjungan yang diberkati dari surga, tertawa gembira bersamaku. Aku ingin mengejutkan keluargaku dengan kedamaianku yang melimpah; aku ingin menyenangkan teman-temanku dengan kebahagiaanku yang terus bertambah; aku ingin membangun Gereja dengan pengakuan syukurku; dan bahkan membuat dunia terkesan dengan keceriaan percakapanku sehari-hari. John Bunyan memberi tahu kita bahwa Mercy (tokoh dalam alegori Pilgrim's Progress Part II) tertawa dalam tidurnya, dan tidak heran ketika dia bermimpi tentang Yesus – sukacitaku tidak akan kurang dari sukacita Mercy selama Kekasihku menjadi tema dari pikiranku sehari-hari. Tuhan Yesus adalah lautan sukacita yang dalam: jiwaku akan menyelam ke dalamnya, akan ditelan dalam kenikmatan persekutuan-Nya.
Sarah memandang Ishaknya, dan tertawa dengan sukacita yang berlimpah, dan semua temannya tertawa bersamanya; dan engkau, jiwaku, pandanglah Yesusmu, dan satukanlah surga dan bumi dalam sukacitamu yang tak terkatakan.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()