Renungan Pagi — 15 Maret 2026

2 Timotius 2:1
Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

Kristus memiliki kasih karunia yang tak terukur dalam diri-Nya, tetapi Ia tidak menyimpannya untuk diri-Nya sendiri. Seperti waduk yang mengosongkan dirinya ke dalam pipa, demikianlah Kristus telah mencurahkan kasih karunia-Nya bagi umat-Nya. "Dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia." Ia tampaknya hanya memilikinya untuk diberikan kepada kita. Ia berdiri seperti mata air, selalu mengalir, tetapi hanya mengalir untuk mengisi kendi-kendi kosong dan bibir-bibir haus yang mendekat kepadanya. Seperti pohon, Ia menghasilkan buah yang manis, bukan untuk digantung di dahan, tetapi untuk dipetik oleh mereka yang membutuhkan. Kasih karunia, baik itu untuk mengampuni, membersihkan, memelihara, menguatkan, menerangi, menghidupkan, atau memulihkan, selalu dapat diperoleh dari-Nya secara cuma-cuma dan tanpa harga; dan tidak ada satu bentuk pun dari karya kasih karunia yang belum Ia berikan kepada umat-Nya.

Seperti darah dalam tubuh manusia, meskipun mengalir dari jantung, sama-sama dimiliki oleh setiap anggota, demikian pula pengaruh kasih karunia adalah warisan setiap orang kudus yang bersatu dengan Anak Domba; Dan di sinilah terdapat persekutuan yang manis antara Kristus dan Gereja-Nya, karena keduanya menerima kasih karunia yang sama. Kristus adalah kepala tempat minyak pertama kali dicurahkan; tetapi minyak yang sama mengalir hingga ke ujung jubah, sehingga orang kudus yang paling rendah sekalipun menerima pengurapan dari kelembapan yang sama berharganya seperti yang jatuh di atas kepala. Inilah persekutuan sejati ketika kasih karunia mengalir dari batang ke cabang, dan ketika disadari bahwa batang itu sendiri ditopang oleh nutrisi yang sama yang memberi makan cabang.

Saat kita setiap hari menerima kasih karunia dari Yesus, dan semakin sering mengenalinya sebagai berasal dari Dia, kita akan melihat Dia dalam persekutuan dengan kita, dan menikmati kebahagiaan persekutuan dengan Dia. Marilah kita menggunakan kekayaan kasih karunia ini setiap hari, dan selalu mendekat kepada-Nya yaitu kepada Allah yang mengikat perjanjian dengan umat-Nya, mengambil dari Dia persediaan untuk segala kebutuhan kita dengan keberanian yang sama seperti orang mengambil uang dari dompet mereka sendiri.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).