Renungan Pagi — 16 Agustus 2026
Mazmur 29:2
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
Kemuliaan Allah adalah hasil dari sifat dan perbuatan-Nya. Ia mulia dalam karakter-Nya, karena ada begitu banyak hal yang kudus, baik, dan indah dalam diri Allah, sehingga Ia haruslah mulia. Perbuatan-perbuatan yang mengalir dari karakter-Nya juga mulia; tetapi sementara Ia bermaksud agar perbuatan-perbuatan itu menyatakan kepada makhluk-Nya kebaikan, belas kasihan, dan keadilan-Nya, Ia juga memperhatikan agar kemuliaan yang terkait dengan perbuatan-perbuatan itu hanya diberikan kepada diri-Nya sendiri. Tidak ada sesuatu pun dalam diri kita yang dapat kita banggakan; karena siapa yang membuat kita berbeda dari orang lain? Dan apa yang kita miliki yang tidak kita terima dari Allah yang penuh kasih karunia? Maka betapa hati-hati kita seharusnya untuk berjalan dengan rendah hati di hadapan Tuhan! Saat kita memuliakan diri kita sendiri, karena hanya ada ruang untuk satu kemuliaan di alam semesta, kita menjadikan diri kita sebagai saingan Yang Mahatinggi. Akankah serangga yang hidup sesaat memuliakan dirinya sendiri melawan matahari yang menghangatkannya hingga hidup? Akankah pecahan tembikar meninggikan dirinya di atas manusia yang membentuknya di atas roda? Akankah debu padang gurun bersaing dengan angin puting beliung? Atau apakah tetesan air laut berjuang melawan badai? Berikanlah kepada Tuhan, hai semua orang benar, berikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuatan; berikanlah kepada-Nya kehormatan yang layak bagi nama-Nya. Namun, mungkin salah satu perjuangan terberat dalam kehidupan Kristen adalah mempelajari kalimat ini—"Bukan bagi kami, bukan bagi kami, tetapi bagi nama-Mu kemuliaan." Ini adalah pelajaran yang selalu diajarkan Allah kepada kita, dan terkadang melalui disiplin yang sangat menyakitkan. Biarlah seorang Kristen mulai membual, "Aku dapat melakukan segala sesuatu," tanpa menambahkan "melalui Kristus yang menguatkan aku," dan tak lama kemudian ia akan mengerang, "Aku tidak dapat melakukan apa pun," dan meratap dalam debu. Ketika kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, dan Ia berkenan menerima perbuatan kita, marilah kita meletakkan mahkota kita di kaki-Nya, dan berseru, "Bukan aku, tetapi kasih karunia Allah yang menyertai aku!"
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()