Renungan Pagi — 16 September 2026
2 Petrus 1:4
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Menjadi bagian dari kodrat ilahi tentu saja bukan berarti menjadi Tuhan. Itu tidak mungkin. Hakikat Keilahian tidak dapat dinikmati oleh makhluk ciptaan. Antara makhluk ciptaan dan Pencipta akan selalu ada jurang pemisah yang permanen dalam hal hakikat; tetapi sebagaimana manusia pertama Adam diciptakan menurut gambar Allah, demikian pula kita, melalui pembaharuan Roh Kudus, dalam arti yang lebih ilahi lagi diciptakan menurut gambar Yang Mahatinggi, dan menjadi bagian dari kodrat ilahi. Kita, oleh kasih karunia, dijadikan seperti Allah. "Allah adalah kasih"; kita menjadi kasih—"Barangsiapa mengasihi, ia lahir dari Allah." Allah adalah kebenaran; kita menjadi benar, dan kita mengasihi apa yang benar: Allah itu baik, dan Dia menjadikan kita baik melalui kasih karunia-Nya, sehingga kita menjadi orang yang murni hatinya yang akan melihat Allah. Lebih jauh lagi, kita menjadi bagian dari kodrat ilahi dalam arti yang lebih tinggi dari ini—bahkan, dalam arti setinggi yang dapat dibayangkan, tanpa menjadi ilahi sepenuhnya. Bukankah kita menjadi anggota tubuh pribadi ilahi Kristus? Ya, darah yang sama yang mengalir di kepala mengalir di tangan: dan hidup yang sama yang membangkitkan Kristus menghidupkan umat-Nya, karena "Kamu telah mati, tetapi hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah." Bahkan, seolah-olah ini belum cukup, kita dipersatukan dengan Kristus. Ia telah mempertunangkan kita dengan diri-Nya sendiri dalam kebenaran dan kesetiaan, dan barangsiapa dipersatukan dengan Tuhan, ia menjadi satu roh. Oh! misteri yang menakjubkan! kita menyelidikinya, tetapi siapa yang akan memahaminya? Satu dengan Yesus—begitu satu dengan Dia sehingga ranting tidak lebih satu dengan pokok anggur daripada kita menjadi bagian dari Tuhan, Juruselamat kita, dan Penebus kita! Sementara kita bersukacita dalam hal ini, marilah kita ingat bahwa mereka yang mendapat bagian dalam kodrat ilahi akan menyatakan hubungan yang tinggi dan kudus ini dalam pergaulan mereka dengan orang lain, dan menunjukkannya melalui perilaku dan percakapan sehari-hari mereka bahwa mereka telah terlepas dari kerusakan yang ada di dunia melalui hawa nafsu. Oh, betapa kita menginginkan kekudusan hidup yang lebih ilahi!
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()