Renungan Pagi — 17 Juni 2026

Mazmur 12:1
Tolonglah kiranya, TUHAN.

Doa itu sendiri luar biasa, karena singkat, tetapi tepat waktu, bermakna, dan sugestif. Daud meratapi sedikitnya orang-orang yang setia, dan karena itu ia mengangkat hatinya dalam permohonan—ketika makhluk ciptaan gagal, ia berlari kepada Sang Pencipta. Ia jelas merasakan kelemahannya sendiri, atau ia tidak akan memohon pertolongan; tetapi pada saat yang sama ia bermaksud dengan jujur untuk berusaha demi kebenaran, karena kata "pertolongan" tidak berlaku jika kita sendiri tidak berbuat apa-apa. Ada banyak ketegasan, kejelasan persepsi, dan kejelasan ucapan dalam permohonan dua kata ini; bahkan jauh lebih banyak daripada curahan panjang lebar dari beberapa orang yang mengaku beriman. Pemazmur langsung menghampiri Tuhannya, dengan doa yang telah dipikirkan dengan matang; ia tahu apa yang dicarinya, dan di mana mencarinya. Tuhan, ajarkan kami untuk berdoa dengan cara yang sama yang diberkati. Kesempatan untuk menggunakan doa ini sering terjadi. Dalam penderitaan yang disebabkan oleh takdir, betapa tepatnya doa ini bagi orang percaya yang diuji yang mendapati semua penolong mereka gagal. Para siswa, yang mengalami kesulitan doktrinal, seringkali dapat memperoleh pertolongan dengan memanjatkan seruan "Tuhan, tolonglah," kepada Roh Kudus, Sang Guru Agung. Para pejuang rohani dalam konflik batin dapat meminta bala bantuan kepada takhta, dan ini akan menjadi model bagi permohonan mereka. Para pekerja dalam pekerjaan surgawi dapat memperoleh rahmat di saat dibutuhkan. Orang-orang berdosa yang mencari pertolongan, dalam keraguan dan kecemasan, dapat mempersembahkan permohonan yang sama; bahkan, dalam semua kasus, waktu, dan tempat, doa ini akan membantu jiwa-jiwa yang membutuhkan. "Tuhan, tolonglah," adalah seruan yang tepat dalam hidup dan mati, ketika menderita atau bekerja keras, bersukacita atau berduka. Di dalam Dia pertolongan kita ditemukan, janganlah kita lalai untuk berseru kepada-Nya. Jawaban atas doa itu pasti, jika dipanjatkan dengan tulus melalui Yesus. Karakter Tuhan meyakinkan kita bahwa Dia tidak akan meninggalkan umat-Nya; hubungan-Nya sebagai Bapa dan Suami menjamin pertolongan-Nya; karunia Yesus adalah jaminan dari segala kebaikan; dan janji-Nya yang pasti tetap berlaku, "Jangan takut, Aku akan menolongmu."


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).