Renungan Pagi — 17 September 2026
Markus 9:19
Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Dengan putus asa, ayah yang malang dan kecewa itu berpaling dari murid-muridnya kepada Guru mereka. Anaknya berada dalam kondisi terburuk, dan semua upaya telah gagal, tetapi anak yang malang itu segera dibebaskan dari si jahat ketika orang tuanya dengan iman menaati firman Tuhan Yesus, "Bawalah dia kepada-Ku." Anak-anak adalah karunia yang berharga dari Allah, tetapi banyak kecemasan menyertainya. Mereka mungkin menjadi sukacita besar atau kepahitan besar bagi orang tua mereka; mereka mungkin dipenuhi dengan Roh Allah, atau dirasuki oleh roh jahat. Dalam semua kasus, Firman Allah memberi kita satu resep untuk menyembuhkan semua penyakit mereka, "Bawalah dia kepada-Ku." Oh, betapa kita membutuhkan lebih banyak doa yang penuh penderitaan untuk mereka selagi mereka masih bayi! Dosa ada di sana, biarlah doa kita mulai menyerangnya. Seruan kita untuk anak-anak kita harus mendahului seruan yang menandakan kedatangan mereka yang sebenarnya ke dunia dosa. Di masa muda mereka, kita akan melihat tanda-tanda menyedihkan dari roh bisu dan tuli yang tidak mau berdoa dengan benar, atau mendengar suara Allah di dalam jiwa, tetapi Yesus tetap memerintahkan, "Bawalah mereka kepada-Ku." Ketika mereka dewasa, mereka mungkin terjerumus dalam dosa dan dipenuhi permusuhan terhadap Allah; kemudian ketika hati kita hancur, kita harus mengingat kata-kata Tabib Agung, "Bawalah mereka kepada-Ku." Kita tidak boleh berhenti berdoa sampai mereka berhenti bernapas. Tidak ada kasus yang tanpa harapan selama Yesus hidup. Tuhan terkadang membiarkan umat-Nya terpojok agar mereka dapat melalui pengalaman sendiri mengetahui betapa pentingnya Dia bagi mereka. Anak-anak yang tidak saleh, ketika mereka menunjukkan kepada kita ketidakberdayaan kita sendiri melawan kebejatan hati mereka, mendorong kita untuk lari kepada yang kuat untuk mendapatkan kekuatan, dan ini adalah berkat yang besar bagi kita. Apa pun kebutuhan kita di pagi hari, biarlah itu seperti arus yang kuat membawa kita ke samudra kasih ilahi. Yesus dapat segera menghilangkan kesedihan kita, Dia senang menghibur kita. Marilah kita bergegas kepada-Nya sementara Dia menunggu untuk menemui kita.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()