Renungan Pagi — 18 Februari 2026
Tuhan sering mengambil kenyamanan dan hak istimewa kita untuk menjadikan kita orang Kristen yang lebih baik.
Ayub 10:2
Aku akan berkata kepada Allah: ... beritahukanlah aku mengapa Engkau beperkara dengan aku.
Mungkin, wahai jiwa yang teruji, Tuhan melakukan ini untuk mengembangkan karunia-karuniamu. Ada karunia-karuniamu yang tidak akan pernah terungkap jika bukan karena ujian yang kau alami. Tidakkah kau tahu bahwa imanmu tidak pernah tampak begitu agung di musim panas seperti di musim dingin? Kasih seringkali seperti kunang-kunang, hanya menunjukkan sedikit cahaya kecuali di tengah kegelapan yang mengelilinginya. Harapan itu sendiri seperti bintang—tidak terlihat di bawah sinar matahari kemakmuran, dan hanya dapat ditemukan di malam kesengsaraan.
Penderitaan seringkali menjadi latar belakang gelap tempat Tuhan menempatkan permata karunia anak-anak-Nya, agar bersinar lebih terang. Baru saja kau berlutut dan berkata, "Tuhan, aku takut aku tidak mempunyai iman: biarlah aku tahu bahwa aku mempunyai iman." Bukankah ini sebenarnya, meskipun mungkin tanpa disadari, berdoa untuk ujian?—karena bagaimana kau dapat tahu bahwa kau mempunyai iman sampai imanmu diuji?
Percayalah, Tuhan sering mengirimkan ujian kepada kita agar karunia kita dapat ditemukan, dan agar kita dapat ditegaskan akan keberadaannya. Selain itu, bukan hanya penemuan, tetapi pertumbuhan sejati dalam anugerah juga adalah hasil dari ujian yang dikuduskan. Tuhan sering mengambil kenyamanan dan hak istimewa kita untuk menjadikan kita orang Kristen yang lebih baik.
Dia melatih prajurit-Nya, bukan di tenda-tenda yang nyaman dan mewah, tetapi dengan mengusir mereka dan menggunakan mereka untuk perjalanan paksa dan pelayanan yang berat. Dia membuat mereka menyeberangi sungai, berenang menyeberangi sungai, mendaki gunung, dan berjalan bermil-mil jauhnya dengan ransel kesedihan yang berat di punggung mereka.
Hai orang Kristen, bukankah ini dapat menjelaskan kesulitan yang sedang kamu alami? Bukankah Tuhan sedang menampakkan anugerahmu, dan membuatnya tumbuh? Bukankah ini alasan mengapa Dia beperkara denganmu?
"Ujian membuat janji itu manis; ujian memberi kehidupan baru pada doa; ujian membawaku ke kaki-Nya, menundukkanku, dan menjagaku di sana."
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).