Renungan Pagi — 19 April 2026
Matius 27:51
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
Bukan mukjizat kecil yang terjadi dalam terkoyaknya tabir yang begitu kuat dan tebal; tetapi itu bukan hanya dimaksudkan sebagai pertunjukan kekuatan—banyak pelajaran yang diajarkan kepada kita di sini. Hukum lama tentang tata cara telah dihapuskan, dan seperti jubah usang, robek dan disingkirkan. Ketika Yesus mati, semua kurban telah selesai, karena semuanya telah terpenuhi di dalam Dia, dan karena itu tempat persembahannya ditandai dengan tanda kerusakan yang jelas. Robekan itu juga mengungkapkan semua hal tersembunyi dari perjanjian lama: takhta belas kasihan sekarang dapat dilihat, dan kemuliaan Allah bersinar di atasnya. Melalui kematian Tuhan kita Yesus, kita memiliki wahyu yang jelas tentang Allah, karena Dia "bukan seperti Musa, yang menutupi wajahnya dengan tabir." Hidup dan keabadian sekarang dinyatakan, dan hal-hal yang telah tersembunyi sejak permulaan dunia dinyatakan di dalam Dia. Upacara pendamaian tahunan dengan demikian dihapuskan. Darah penebusan yang dulunya dipercikkan setiap tahun di dalam tirai, kini dipersembahkan sekali untuk selamanya oleh Imam Besar Agung, dan karena itu tempat upacara simbolis itu dihancurkan. Tidak diperlukan lagi darah lembu jantan atau domba, karena Yesus telah masuk ke dalam tirai dengan darah-Nya sendiri. Karena itu, akses kepada Allah kini diizinkan, dan merupakan hak istimewa setiap orang percaya dalam Kristus Yesus. Tidak ada celah kecil yang terbuka sehingga kita dapat mengintip takhta belas kasihan, tetapi celah itu membentang dari atas hingga bawah. Kita dapat datang dengan berani ke takhta kasih karunia surgawi. Apakah kita akan keliru jika kita mengatakan bahwa pembukaan Ruang Mahakudus dengan cara yang menakjubkan ini oleh seruan kematian Tuhan kita adalah lambang pembukaan pintu gerbang surga bagi semua orang kudus karena Sengsara-Nya? Tuhan kita yang berdarah memegang kunci surga; Ia membuka dan tidak seorang pun dapat menutupnya; marilah kita masuk bersama-Nya ke tempat-tempat surgawi, dan duduk bersama-Nya di sana sampai musuh-musuh kita bersama dijadikan alas kaki-Nya.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).