Renungan Pagi — 20 September 2026
Hakim 7:20
Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"
Gideon memerintahkan anak buahnya untuk melakukan dua hal: menutupi obor dalam kendi tanah liat, ia menyuruh mereka, pada isyarat yang telah ditentukan, memecahkan kendi itu dan membiarkan cahaya bersinar, lalu membunyikan terompet, sambil berseru, "Pedang Tuhan, dan Gideon! Pedang Tuhan, dan Gideon!" Inilah tepatnya yang harus dilakukan semua orang Kristen. Pertama, Anda harus bersinar; pecahkan kendi yang menyembunyikan cahaya Anda; singkirkan kendi yang telah menyembunyikan lilin Anda, dan bersinarlah. Biarkan terang Anda bersinar di hadapan manusia; biarkan perbuatan baik Anda sedemikian rupa sehingga ketika orang memandang Anda, mereka akan tahu bahwa Anda telah bersama Yesus. Kemudian harus ada suara, tiupan terompet. Harus ada upaya aktif untuk mengumpulkan orang-orang berdosa dengan memberitakan Kristus yang disalibkan. Bawalah Injil kepada mereka; bawalah ke pintu mereka; letakkan di jalan mereka; jangan biarkan mereka lolos darinya; tiup terompet tepat di telinga mereka. Ingatlah bahwa seruan perang sejati Gereja adalah semboyan Gideon, "Pedang Tuhan, dan Gideon!" Allah harus melakukannya, itu adalah pekerjaan-Nya sendiri. Tetapi kita tidak boleh berdiam diri; kita harus menggunakan alat-alat—"Pedang Tuhan, dan Gideon!" Jika kita hanya berseru, "Pedang Tuhan!" kita akan bersalah karena kesombongan yang sia-sia; dan jika kita hanya berteriak, "Pedang Gideon!" saja, kita akan menunjukkan ketergantungan yang bersifat penyembahan berhala pada kekuatan manusia: kita harus memadukan keduanya dalam harmoni praktis, "Pedang Tuhan, dan Gideon!" Kita tidak dapat melakukan apa pun sendiri, tetapi kita dapat melakukan segala sesuatu dengan pertolongan Allah kita; oleh karena itu, marilah kita dalam nama-Nya bertekad untuk pergi sendiri dan melayani dengan obor teladan kudus kita yang menyala-nyala, dan dengan suara terompet pernyataan dan kesaksian yang sungguh-sungguh, dan Allah akan menyertai kita, dan Midian akan dikalahkan, dan Tuhan semesta alam akan memerintah selama-lamanya.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()