Renungan Pagi — 21 Oktober 2026

2 Korintus 5:14
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Seberapa besar hutangmu kepada Tuhanku? Pernahkah Dia melakukan sesuatu untukmu? Pernahkah Dia mengampuni dosa-dosamu? Pernahkah Dia menyelimutimu dengan jubah kebenaran? Pernahkah Dia menempatkan kakimu di atas batu karang? Pernahkah Dia menetapkan langkahmu? Pernahkah Dia mempersiapkan surga untukmu? Pernahkah Dia mempersiapkanmu untuk surga? Pernahkah Dia menulis namamu dalam kitab kehidupan-Nya? Pernahkah Dia memberimu berkat yang tak terhitung jumlahnya? Pernahkah Dia menyimpan bagimu persediaan rahmat yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga? Maka lakukanlah sesuatu untuk Yesus yang layak atas kasih-Nya. Jangan hanya memberikan persembahan kata-kata kepada Penebus yang sedang sekarat. Bagaimana perasaanmu ketika Tuanmu datang, jika kamu harus mengakui bahwa kamu tidak melakukan apa pun untuk-Nya, tetapi menyimpan kasihmu terpendam, seperti kolam yang stagnan, tidak mengalir kepada orang miskin-Nya atau kepada pekerjaan-Nya? Kasih seperti itu sungguh menjijikkan! Apa pendapat manusia tentang kasih yang tidak pernah menunjukkan dirinya dalam tindakan? Mereka berkata, "Teguran terang-terangan lebih baik daripada kasih yang tersembunyi." Siapa yang akan menerima kasih yang begitu lemah sehingga tidak menggerakkanmu untuk melakukan satu pun tindakan penyangkalan diri, kemurahan hati, kepahlawanan, atau semangat! Pikirkan betapa Dia telah mengasihimu, dan memberikan Diri-Nya untukmu! Apakah kamu tahu kekuatan kasih itu? Maka biarlah itu seperti angin kencang yang menerpa jiwamu untuk menyapu awan keduniawianmu, dan membersihkan kabut dosa. "Demi Kristus" jadilah lidah api yang akan hinggap di atasmu: "demi Kristus" jadilah ekstase ilahi, ilham surgawi untuk mengangkatmu dari bumi, roh ilahi yang akan membuatmu berani seperti singa dan cepat seperti elang dalam pelayanan Tuhanmu. Kasih seharusnya memberi sayap pada kaki pelayanan, dan kekuatan pada lengan kerja. Berpegang teguh pada Tuhan dengan keteguhan yang tak tergoyahkan, bertekad untuk menghormati-Nya dengan tekad yang tak dapat diubah, dan terus maju dengan semangat yang tak pernah lelah, marilah kita menyatakan kekuatan kasih kepada Yesus. Semoga magnet ilahi menarik kita ke surga menuju dirinya sendiri.


Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).