Renungan Pagi — 22 September 2026
Mazmur 149:2
Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
Bergembiralah dalam hatimu, hai orang percaya, tetapi pastikan bahwa sukacitamu bersumber dari Tuhan. Engkau mempunyai banyak alasan untuk bergembira di dalam Allahmu, karena engkau dapat bernyanyi bersama Daud, "Allah, sukacitaku yang melimpah." Bergembiralah karena Tuhan memerintah, karena Yahweh adalah Raja! Bersukacitalah karena Ia duduk di atas takhta dan memerintah segala sesuatu! Setiap sifat Allah seharusnya menjadi sinar baru dalam cahaya sukacita kita. Bahwa Ia bijaksana seharusnya membuat kita gembira, karena kita tahu kebodohan kita sendiri. Bahwa Ia perkasa, seharusnya membuat kita bersukacita yang gemetar karena kelemahan kita. Bahwa Ia kekal, seharusnya selalu menjadi tema sukacita ketika kita tahu bahwa kita layu seperti rumput. Bahwa Ia tidak berubah, seharusnya senantiasa memberi kita nyanyian, karena kita berubah setiap jam. Bahwa Ia penuh anugerah, bahwa Ia melimpah dengan anugerah itu, dan bahwa anugerah ini telah Ia berikan kepada kita dalam perjanjian; Bahwa anugerah itu adalah milik kita untuk membersihkan kita, menjaga kita, menguduskan kita, menyempurnakan kita, membawa kita kepada kemuliaan—semua ini seharusnya membuat kita bersukacita di dalam Dia. Sukacita di dalam Allah ini seperti sungai yang dalam; kita baru menyentuh tepiannya, kita hanya sedikit mengetahui aliran airnya yang jernih, manis, dan surgawi, tetapi ke depannya kedalamannya lebih besar, dan arusnya lebih deras dalam sukacitanya. Orang Kristen merasa bahwa ia dapat bersukacita bukan hanya dalam apa adanya Allah, tetapi juga dalam semua yang telah Allah lakukan di masa lalu. Mazmur menunjukkan kepada kita bahwa umat Allah di zaman dahulu terbiasa memikirkan banyak hal tentang perbuatan Allah, dan memiliki nyanyian tentang masing-masing perbuatan tersebut. Jadi, biarlah umat Allah sekarang menceritakan kembali perbuatan-perbuatan Tuhan! Biarlah mereka menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya yang perkasa, dan "bernyanyilah bagi Tuhan, karena Ia telah menang dengan gemilang." Janganlah mereka berhenti bernyanyi, karena sebagaimana rahmat baru mengalir kepada mereka hari demi hari, demikian pula sukacita mereka akan perbuatan kasih Tuhan dalam pemeliharaan dan anugerah-Nya harus terwujud dalam ucapan syukur yang terus-menerus. Bergembiralah, hai anak-anak Sion, dan bersukacitalah di dalam Tuhan, Allahmu.
Terjemahan bebas dari Morning and Evening: Daily Readings oleh Pdt Charles H. Spurgeon (1834 - 1892).
Komentar ()